Dubes Iran di Dewan Gubernur IAEA: Meminta Laporan Komprehensif dari IAEA Tidak Punya Dasar Hukum
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i171958-dubes_iran_di_dewan_gubernur_iaea_meminta_laporan_komprehensif_dari_iaea_tidak_punya_dasar_hukum
Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, mengkritik penyalahgunaan platform Badan Energi Atom Internasional untuk tujuan politik oleh Barat, dan menekankan bahwa permintaan laporan komprehensif mengenai program nuklir damai Iran tidak memiliki dasar hukum.
(last modified 2026-09-08T16:02:03+00:00 )
Mar 06, 2025 10:05 Asia/Jakarta
  • Mohsen Naziri Asal, Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina
    Mohsen Naziri Asal, Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina

Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, mengkritik penyalahgunaan platform Badan Energi Atom Internasional untuk tujuan politik oleh Barat, dan menekankan bahwa permintaan laporan komprehensif mengenai program nuklir damai Iran tidak memiliki dasar hukum.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Mohsen Naziri Asal dalam pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional pada hari Rabu (05/03) mengatakan, Menurut laporan terbaru tentang penerapan pengamanan atau Safeguard (SIR 2023), di antara 46 negara yang memiliki perjanjian pengamanan tapi tidak menerapkan protokol tambahan Safeguard, Republik Islam Iran sendiri mendapat 75% dari seluruh inspeksi pengamanan IAEA.

Naziri Asal menekankan bahwa sekitar seperempat dari total inspeksi badan tersebut ditujukan pada fasilitas nuklir Iran, dan menambahkan, Padahal dalam faktanya fasilitas-fasilitas ini hanya mencakup tiga persen dari fasilitas nuklir dunia. Tingkat akses sebesar itu bagi IAEA tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama berkelanjutan dari Iran.

“Laporan ini seharusnya menekankan kerja sama Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya di badan ini. Pada tahun 2024, rata-rata ada 9 inspektur lembaga atau ahli yang hadir di Iran setiap harinya, dan pada hari-hari tertentu jumlahnya mencapai 19 orang. Secara total, tim keamanan badan tersebut telah berada di Iran selama lebih dari 3.400 hari kerja tahun ini. Kerja sama tingkat tinggi seperti itu tidak akan mungkin terjadi tanpa interaksi konstruktif Iran dengan IAEA," tegas Naziri Asal.

Merujuk pada komitmen Iran untuk melanjutkan kerja sama yang jujur ​​dengan Badan tersebut dalam kerangka Perjanjian Perlindungan Komprehensif (CSA), Naziri Asal mengingatkan bahwa komitmen tersebut juga ditegaskan dalam surat Republik Islam Iran kepada Direktur Jenderal IAEA.

Naziri Asal mengklarifikasi, Kerja sama kami dengan IAEA tidak hanya bersifat teknis, tapi Iran telah secara aktif melakukan dialog konstruktif dalam dua tahun terakhir. Pendekatan ini telah menyebabkan banyak perjalanan Direktur Jenderal IAEA ke Iran dan memberikan landasan baginya untuk melaksanakan tugasnya dan memperkuat kerja sama bilateral. Namun, tiga negara Uni Eropa dan Amerika Serikat secara konsisten berupaya melemahkan proses ini dan menciptakan hambatan bagi kemajuan dalam penyelesaian permasalahan ini.(sl)