Da Silva: Tidak Dapat Diterima Keberadaan Kapal Perang AS di Amerika Latin
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i179624-da_silva_tidak_dapat_diterima_keberadaan_kapal_perang_as_di_amerika_latin
Pars Today - Lula da Silva, Presiden Brasil, dalam pernyataan tegasnya menyatakan bahwa penyelenggaraan KTT para pemimpin Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) hanya akan bermakna jika membahas masalah kehadiran kapal-kapal perang Amerika Serikat yang bersifat provokatif di perairan kawasan tersebut.
(last modified 2025-11-05T05:55:41+00:00 )
Nov 05, 2025 12:53 Asia/Jakarta
  • Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil
    Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil

Pars Today - Lula da Silva, Presiden Brasil, dalam pernyataan tegasnya menyatakan bahwa penyelenggaraan KTT para pemimpin Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) hanya akan bermakna jika membahas masalah kehadiran kapal-kapal perang Amerika Serikat yang bersifat provokatif di perairan kawasan tersebut.

Menurut laporan IRIB dari Caracas, Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil, dalam konferensi pers dengan media internasional hari Rabu (05/11/2025), mengkritik keras kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan dan menyatakan: "KTT CELAC saat ini hanya akan bermakna jika kita membahas masalah kapal-kapal perang Amerika di perairan Amerika Latin."

Presiden Brasil menegaskan sikap perdamaian dirinya dan menyatakan, "Saya tidak ingin sampai pada invasi darat."

Menurutnya, "Saya telah menyampaikan sikap dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat."

Da Silva, dengan menekankan identitas kawasan, mengatakan, "Amerika Latin adalah kawasan damai, dan satu-satunya benturan yang dapat diterima di kawasan ini adalah benturan lisan yang tidak membahayakan, tidak merenggut nyawa, tidak merusak jembatan, tidak menghancurkan rel kereta api, dan tidak meruntuhkan rumah. Kita tidak membutuhkan konflik di Amerika Latin."

Presiden Brasil selanjutnya mengajukan solusi alternatif terhadap kebijakan konfrontasional Washington, dengan menyatakan bahwa jika Amerika Serikat benar-benar bermaksud memerangi penyelundupan narkoba, maka alih-alih menembaki negara-negara ini, AS harus membantu mereka.

"Polisi memiliki hak dan tanggung jawab untuk memerangi penyelundupan narkoba, dan orang-orang Amerika dapat membantu negara-negara ini alih-alih berusaha menembak ke arah mereka," pungkasnya.(sl)