CENTCOM: 40 Negara dan Organisasi Berpartisipasi di Pusat Koordinasi Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i179642-centcom_40_negara_dan_organisasi_berpartisipasi_di_pusat_koordinasi_gaza
Pars Today - Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa sekitar 40 negara dan organisasi internasional akan berpartisipasi dalam Pusat Koordinasi Sipil Washington di wilayah pendudukan selatan untuk memantau gencatan senjata Gaza.
(last modified 2025-12-13T09:57:38+00:00 )
Nov 05, 2025 14:33 Asia/Jakarta
  • CENTCOM
    CENTCOM

Pars Today - Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa sekitar 40 negara dan organisasi internasional akan berpartisipasi dalam Pusat Koordinasi Sipil Washington di wilayah pendudukan selatan untuk memantau gencatan senjata Gaza.

Menurut laporan ISNA, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa perwakilan dari sekitar 40 negara dan organisasi internasional berpartisipasi dalam Pusat Koordinasi Sipil-Militer AS di wilayah pendudukan setelah peresmiannya pada 17 Oktober.

Perwakilan ini berencana dan berupaya untuk mendapatkan barang dan bantuan dari mitra internasional serta memantau pelaksanaan gencatan senjata dan mendukung stabilitas Gaza dan kemajuan menuju perdamaian abadi.

Dalam pernyataannya, CENTCOM tidak menyebutkan nama negara dan organisasi internasional yang menjadi anggota pusat tersebut.

Menurut laporan Al-Araby Al-Jadeed, CENTCOM sebelumnya mengumumkan bahwa pusat ini dirancang untuk mendukung stabilitas Gaza dan memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan, logistik, dan keamanan dari mitra internasional ke Jalur Gaza.

Pada hari Rabu (05/11/2025), Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi pusat koordinasi di wilayah selatan yang diduduki dan bertemu dengan komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper.

Saat itu, Benjamin Netanyahu mengumumkan, "Teman-teman Amerika kami bekerja sama dengan kami untuk melaksanakan rencana mewujudkan Gaza yang berbeda. Gaza tidak akan pernah menjadi ancaman bagi Israel."

Namun saluran TV Israel, Channel 12, melaporkan pada bulan Oktober bahwa sejumlah pejabat senior militer Israel merasa rezim ini telah kehilangan kemerdekaannya di Jalur Gaza dan bahwa pusat tersebut memantau semua perkembangan di Jalur Gaza, termasuk pangkalan-pangkalan pasukan militer Israel dan kegiatan operasional di sana.

Televisi ini mengumumkan bahwa para pejabat ini mengecam keras fakta bahwa pelaksanaan operasi militer di Gaza memerlukan persetujuan Amerika Serikat dan pasukan multinasional, dan mereka percaya bahwa hal ini tidak boleh dibatasi oleh kekuatan asing, bahkan jika itu adalah mitra tepercaya seperti Amerika Serikat.(sl)