Sedikitnya 59 Orang Tewas Akibat Penyiksaan di Penjara Julani dalam 10 Bulan Terakhir
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i179922-sedikitnya_59_orang_tewas_akibat_penyiksaan_di_penjara_julani_dalam_10_bulan_terakhir
Pars Today - Sedikitnya 59 orang tewas akibat penyiksaan di penjara-penjara di bawah kendali Al-Julani selama 10 bulan terakhir
(last modified 2025-11-09T06:25:34+00:00 )
Nov 09, 2025 13:23 Asia/Jakarta
  • Korban tewas di penjara Suriah
    Korban tewas di penjara Suriah

Pars Today - Sedikitnya 59 orang tewas akibat penyiksaan di penjara-penjara di bawah kendali Al-Julani selama 10 bulan terakhir

Lembaga yang dikenal sebagai Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa sedikitnya 59 orang tewas akibat penyiksaan di penjara-penjara yang berada di bawah kendali pemerintah sementara Suriah yang dipimpin oleh Ahmad Al-Sharaa, yang lebih dikenal dengan nama Abu Muhammad Al-Julani, selama 10 bulan terakhir.

Menurut laporan yang dirilis pada Minggu (09/11/2025) dini hari oleh IRNA, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa antara Januari hingga Oktober 2025, setidaknya 59 orang kehilangan nyawa di penjara dan pusat penahanan yang dikelola oleh pemerintah sementara Suriah akibat penyiksaan brutal.

Laporan ini juga mengungkap penguburan massal para korban, serta kasus penculikan dan kematian di bawah kondisi tidak manusiawi.

Berdasarkan laporan ini, para korban terdiri atas warga sipil, mantan anggota militer, pegawai negeri, dan pejabat lokal dari berbagai provinsi yang tidak memiliki aktivitas politik maupun militer, menggambarkan kelanjutan dari kebijakan penahanan sewenang-wenang dan impunitas terhadap pelaku penyiksaan.

Observatorium ini menambahkan bahwa kasus kematian akibat penyiksaan tercatat di provinsi Homs, Aleppo, Damaskus, dan Tartus, dengan jumlah tertinggi terjadi pada Februari dan Agustus, ketika puluhan tahanan meninggal dunia akibat penyiksaan fisik dan psikologis, kelalaian medis, serta eksekusi lapangan.

Dalam beberapa kasus, jenazah para korban dikuburkan secara massal tanpa pemberitahuan kepada keluarga, termasuk di lokasi seperti Tal Al-Nasr di Homs.

Laporan ini juga menyebutkan nama Tariq Habib Asmandar, mantan komandan pangkalan udara Taftanaz, sebagai salah satu korban yang meninggal setelah lima bulan penahanan di penjara Tartus akibat penyiksaan dan kelalaian medis.

SOHR menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut merupakan bentuk nyata kejahatan terhadap kemanusiaan, dan menegaskan bahwa pemerintah sementara Suriah bertanggung jawab penuh atas keselamatan para tahanan.

Observatorium ini kembali menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional untuk segera dan secara efektif mengungkap nasib ribuan orang hilang dan tahanan di Suriah di bawah kekuasaan pemerintahan Ahmad Al-Sharaa (Abu Muhammad Al-Julani), serta menuntut pertanggungjawaban para pelaku penyiksaan dan pembunuhan terencana di negara itu.(sl)