PBB: Kami dengan Tegas Menentang Perubahan Apa Pun di Perbatasan Gaza dan Israel
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i181972-pbb_kami_dengan_tegas_menentang_perubahan_apa_pun_di_perbatasan_gaza_dan_israel
Pars Today - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan bahwa mereka dengan tegas menentang perubahan apa pun di perbatasan Gaza dan Israel setelah komandan militer Israel di Gaza menetapkan perbatasan baru.
(last modified 2025-12-10T06:19:36+00:00 )
Des 10, 2025 13:17 Asia/Jakarta
  • Gedung PBB
    Gedung PBB

Pars Today - Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan bahwa mereka dengan tegas menentang perubahan apa pun di perbatasan Gaza dan Israel setelah komandan militer Israel di Gaza menetapkan perbatasan baru.

Menurut laporan IRNA, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa (09/12/2025) waktu setempat bahwa langkah Israel untuk mengadopsi "garis kuning" dari rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump sebagai perbatasan baru tampaknya "bertentangan dengan semangat dan isi" perjanjian tersebut.

Juru bicara PBB menekankan bahwa PBB "dengan tegas menentang perubahan apa pun di perbatasan Gaza dan Israel".

Dujarric menjelaskan bahwa ketika PBB berbicara tentang Gaza, yang dimaksud adalah perbatasan utama "bukan perbatasan di dalam garis kuning".

Komentar ini dirilis setelah pernyataan Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir, yang mengatakan bahwa "garis kuning sekarang menjadi perbatasan baru Gaza".

Zamir juga mengatakan bahwa Israel akan mempertahankan "kendali operasional atas sebagian besar Jalur Gaza".

Israel masih menduduki lebih dari 50 persen wilayah Gaza berdasarkan perjanjian gencatan senjata, dan Garis Kuning memisahkan wilayah tempat instalasi militer Israel berada dari wilayah yang memungkinkan warga Palestina bergerak.

Perjanjian gencatan senjata Gaza, yang mulai berlaku pada 10 Oktober berdasarkan rencana 20 poin Trump, menghentikan sementara serangan Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.000 orang sejak Oktober 2023, tetapi Israel terus melanggar gencatan senjata dengan berbagai dalih.

Tahap pertama kesepakatan itu melibatkan pembebasan tahanan Israel dengan imbalan tahanan Palestina, dan rencana tersebut juga mencakup rekonstruksi Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.(sl)