Tensi Berlarut-larut, Menlu Qatar dan Kuwait Bahas Upaya Redakan Ketegangan di Kawasan
-
Menlu Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani
Pars Today – Menteri Luar Negeri Qatar dalam panggilan telepon dengan mitranya dari Kuwait menekankan perlunya kerja sama semua pihak dengan upaya-upaya mediasi yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan yang berkelanjutan.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip jaringan Al Jazeera, Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah, Menteri Luar Negeri Kuwait, dalam panggilan telepon dengan Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, berdiskusi tentang perkembangan terbaru terkait pengurangan ketegangan di kawasan.
Berdasarkan laporan ini, kedua pihak dalam panggilan ini membahas dan bertukar pandangan tentang hubungan bilateral dan cara-cara memperkuatnya, serta perkembangan terbaru di kawasan, khususnya isu-isu terkait gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.
Dalam panggilan telepon ini, Perdana Menteri Qatar menekankan perlunya keterlibatan dan respons dari semua pihak yang bertikai terhadap upaya-upaya mediasi.
Sebelumnya juga, Kementerian Luar Negeri Qatar telah mengumumkan panggilan telepon antara bin Abdulrahman dan Sayyid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.
Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar disebutkan: "Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar dalam konsultasinya dengan Menteri Luar Negeri Iran menekankan dukungan terhadap upaya-upaya mediasi untuk penyelesaian krisis secara damai."
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan: "Perdana Menteri dalam konsultasinya dengan Menteri Luar Negeri Iran menekankan perlunya respons positif dari semua pihak terhadap upaya-upaya mediasi." Perdana Menteri dalam panggilan ini menyatakan bahwa kebebasan pelayaran adalah prinsip yang mapan, dan menutup Selat Hormuz atau menggunakannya sebagai alat tawar dianggap sebagai faktor yang memperdalam krisis, serta menekankan perlunya kepatuhan terhadap hukum dasar, memperhatikan kepentingan kawasan dan rakyatnya, dan menyebutnya sebagai faktor yang memperkuat keamanan.
Kementerian ini menambahkan: "Keamanan pelayaran adalah pilar fundamental keamanan dan stabilitas, dan tidak boleh diganggu gugat dalam kondisi apa pun."
Juga, Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk serangan terhadap kapal kargo di perairan teritorial Qatar dan menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip kebebasan pelayaran dan hukum internasional, serta eskalasi yang berbahaya dan tidak dapat diterima. (MF)