Araghchi: Tanggung Jawab Pelaksanaan yang Baik dari Ketentuan Kesepahaman Berada di Pundak AS
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i191700-araghchi_tanggung_jawab_pelaksanaan_yang_baik_dari_ketentuan_kesepahaman_berada_di_pundak_as
Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tanggung jawab atas implementasi yang baik dari ketentuan-ketentuan kesepahaman berada di pundak Amerika Serikat.
(last modified 2026-06-18T05:53:07+00:00 )
Jun 18, 2026 12:50 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Araghchi, menlu Iran
    Sayid Abbas Araghchi, menlu Iran

Pars Today – Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tanggung jawab atas implementasi yang baik dari ketentuan-ketentuan kesepahaman berada di pundak Amerika Serikat.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dalam perbincangannya dengan Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok, seraya menjelaskan rincian Nota Kesepahaman Islamabad kepada mitranya dari Tiongkok, menyatakan harapannya bahwa Iran dan Tiongkok dapat memanfaatkan peluang-peluang dari nota kesepahaman ini untuk mengembangkan hubungan mereka, terutama di bidang energi dan ekonomi.

 

Araghchi juga, merujuk pada pengalaman masa lalu yang menyebabkan terbentuknya ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap Amerika Serikat, menegaskan: "Tanggung jawab atas implementasi penuh dan pelaksanaan yang baik dari ketentuan-ketentuan kesepahaman ini, terutama dalam hal penghentian perang di semua front, berada di pundak Amerika Serikat."

 

Menteri Luar Negeri Tiongkok juga, dengan menyambut baik nota kesepahaman, mengapresiasi keteguhan pemerintah dan bangsa Iran dalam menghadapi tekanan dan kebijakan koersif, dan pada saat yang sama, memuji pendekatan bertanggung jawab dan diplomatik Republik Islam Iran dalam jalur penyelesaian masalah dan kemajuan dialog.

 

Wang Yi, dengan menekankan perlunya implementasi yang tepat dan penuh dari ketentuan-ketentuan nota kesepahaman ini, juga menyatakan kesiapan Tiongkok untuk bekerja sama dalam rangka memfasilitasi implementasinya, memperkuat interaksi regional, dan membantu menghilangkan ambiguitas serta tantangan yang ada di antara negara-negara kawasan. (MF)