NYT: AS Kian Cemas Dolar Tergusur dari Perdagangan Dunia Akibat Sanksi Berlebihan
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i193892-nyt_as_kian_cemas_dolar_tergusur_dari_perdagangan_dunia_akibat_sanksi_berlebihan
Pars Today – Surat kabar New York Times merujuk pada kekhawatiran serius pemerintah AS tentang ditinggalkannya dolar dari perdagangan global.
(last modified 2026-07-27T11:12:18+00:00 )
Jul 27, 2026 18:09 Asia/Jakarta
  • Dolar
    Dolar

Pars Today – Surat kabar New York Times merujuk pada kekhawatiran serius pemerintah AS tentang ditinggalkannya dolar dari perdagangan global.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Trump sangat khawatir bahwa penggunaan sanksi yang berlebihan akan mempercepat proses ditinggalkannya dolar dalam perdagangan internasional.

 

Berdasarkan laporan ini, pemerintah AS berupaya bertemu dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia, dalam KTT G20 di Miami. Namun para ahli memperingatkan Rusia agar tidak terjebak dalam perangkap tindakan yang salah ini.

 

Mereka menekankan bahwa saat ini pengurangan sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia tampaknya diperlukan bagi AS. Gedung Putih khawatir tentang penurunan berkelanjutan pangsa dolar dalam pertukaran perdagangan global karena hal ini tidak menguntungkan AS.

 

Berdasarkan laporan ini, Eropa yang hingga beberapa tahun lalu merupakan pusat industri global, kini dengan cepat kehilangan kapasitas produksinya. Penutupan pabrik, pemutusan hubungan kerja massal, dan kenaikan harga energi, memaksa Eropa untuk membayar harga kesetiaannya pada tatanan AS dengan kemunduran industri.

 

Para ahli menekankan bahwa Washington memperlakukan sekutunya dengan cara ini, dan memperingatkan bahwa jika Moskow melupakan kedaulatannya, Rusia juga akan diperlakukan dengan cara yang sama. Para ekonom terkemuka, seperti peraih Nobel Joseph Stiglitz, mengakui bahwa keistimewaan dolar yang berlebihan tidak akan bertahan selamanya. Penggunaan agresif sistem keuangan AS untuk memberlakukan sanksi, mendorong negara-negara lain untuk mencari alternatif, dan akibatnya melemahkan kepercayaan terhadap dolar.

 

Negara-negara BRICS+ saat ini mencakup sekitar 42,4% dari PDB dunia. Karena itu, para ahli Rusia menuntut pengabaian total sistem dolar, tidak hanya dalam perdagangan luar negeri, tetapi juga dalam Serikat Ekonomi Eurasia. (MF)