Atwan: Kekalahan Israel dan AS dalam Perang Melawan Iran, Pemicu Ledakan Intifadah Ketiga
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i193902-atwan_kekalahan_israel_dan_as_dalam_perang_melawan_iran_pemicu_ledakan_intifadah_ketiga
Pars Today – Seorang analis senior, dengan merujuk pada kemungkinan dimulainya Intifadah Ketiga Palestina di Tepi Barat, mengatakan bahwa intifadah ini akan terbentuk di bawah bayang-bayang kekalahan AS-Zionis dalam perang Iran dan keunggulan perlawanan regional.
(last modified 2026-07-27T12:45:00+00:00 )
Jul 27, 2026 19:41 Asia/Jakarta
  • Abdul Bari Atwan
    Abdul Bari Atwan

Pars Today – Seorang analis senior, dengan merujuk pada kemungkinan dimulainya Intifadah Ketiga Palestina di Tepi Barat, mengatakan bahwa intifadah ini akan terbentuk di bawah bayang-bayang kekalahan AS-Zionis dalam perang Iran dan keunggulan perlawanan regional.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Abdul Bari Atwan, analis masalah strategis kawasan, dalam artikel barunya di situs web Rai al-Youm, dengan merujuk pada perkembangan terakhir di Tepi Barat dan kejahatan rezim Zionis di desa Tall di Nablus, menulis bahwa perlawanan di sebagian besar kota, desa, dan kamp-kamp di Tepi Barat tidak pernah berhenti.

 

Ia menegaskan bahwa peristiwa hari Jumat di desa "Tall" di kota Nablus dapat menjadi pendahuluan bagi Intifadah bersenjata ketiga di Tepi Barat.

 

Atwan menilai waktu peristiwa ini sangat krusial dan menambahkan bahwa perlawanan heroik ini terjadi hanya beberapa hari setelah penyerbuan 3.000 pemukim Zionis ke Masjid al-Aqsa yang dipimpin oleh Itamar Ben-Gvir, menteri ekstremis keamanan internal rezim Zionis. Selain itu, serangan ini terjadi bersamaan dengan deklarasi status darurat di wilayah-wilayah pendudukan dan dibukanya tempat perlindungan Tel Aviv untuk menghadapi kemungkinan serangan rudal Iran sebagai respons terhadap ancaman-ancaman militer Donald Trump, Presiden AS.

 

Analis masalah strategis ini menambahkan bahwa Tepi Barat seperti seekor gajah besar dan berat; mungkin gerakannya lambat, tetapi ketika bergerak, ia akan menghancurkan apa pun yang ada di depannya, dan tidak ada seorang pun, terutama Israel dan militernya, yang dapat menguasainya. Intifadah bersenjata kedua yang dimulai pada tahun 2000 dan berlangsung selama beberapa tahun, adalah bukti terbesar dari klaim ini.

 

Saat ini, senjata tersedia dan pria-pria berkeinginan kuat juga hadir dengan berlimpah; sebagian dari senjata ini diselundupkan dari Yordania dan sebagian lainnya diproduksi di dalam negeri. Apa yang dapat mendorong dimulainya intifadah bersenjata adalah kekalahan-kekalahan Israel dan AS dalam perang dengan Iran dan kegagalan upaya keduanya untuk mengubah pemerintahan Iran atau menghancurkan fasilitas-fasilitas infrastruktur dan kemampuan nuklirnya.

 

Analis hubungan internasional ini, dengan mengaitkan perkembangan internal Tepi Barat dengan situasi kawasan dan poros perlawanan, menulis bahwa Hizbullah sedang memulihkan kekuatannya dan membangun kembali pasukan, rudal, dan drone-nya. Ansarullah di Yaman telah menutup Selat Bab al-Mandab dan sedang mempersiapkan rudal-rudalnya untuk menyerang Tel Aviv dan Eilat. Kelompok-kelompok perlawanan Irak seperti "Saraya Awliya al-Dam," "Kata'ib Hizbullah Irak," dan "Pasukan Al-Nujaba" juga sedang bersiap untuk melintasi perbatasan Yordania dan mungkin Suriah untuk mencapai kedalaman wilayah-wilayah pendudukan.

 

Atwan di akhir menulis: Intifadah ketiga yang sedang dipersiapkan di bawah bayang-bayang atmosfer perlawanan regional dan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dapat menjadi kejutan yang mengguncang bagi rezim pendudukan dan para pendukungnya; sebuah intifadah yang dilindungi oleh dukungan massa, rudal-rudal canggih dan presisi, serta drone-drone yang menutupi langit Palestina yang diduduki. Kami tidak berfantasi, tetapi berbicara berdasarkan perlawanan yang telah memasuki bulan kelima dan disertai dengan kemenangan-kemenangan besar. (MF)