Kegagalan Beruntun Trump: Setelah Bom dan Negosiasi, Kini Sanksi Jadi 'Jalan Terakhir' yang Tak Jelas Tujuannya
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i194748-kegagalan_beruntun_trump_setelah_bom_dan_negosiasi_kini_sanksi_jadi_'jalan_terakhir'_yang_tak_jelas_tujuannya
Pars Today – Kantor Berita Associated Press menulis bahwa kembalinya Donald Trump ke sanksi menunjukkan kegagalan strategi-strategi lainnya.
(last modified 2026-08-11T11:27:44+00:00 )
Aug 11, 2026 18:26 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Pars Today – Kantor Berita Associated Press menulis bahwa kembalinya Donald Trump ke sanksi menunjukkan kegagalan strategi-strategi lainnya.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim; Donald Trump, kepala pemerintahan teroris AS, suka mengatakan bahwa ia memulai perangnya dengan Iran setelah 50 tahun tekanan ekonomi gagal mencegah pengembangan program nuklir negara ini; tetapi ia kini telah mencapai titik di mana ia menganggap kembali ke tekanan-tekanan finansial yang sama sebagai solusi untuk mengakhiri perang ini.

 

Kantor Berita Associated Press menulis bahwa kembalinya Donald Trump ke sanksi adalah tanda bahwa strategi-strategi lainnya untuk mengakhiri perang telah menemui jalan buntu.

 

Menurut laporan ini, perubahan sikap Trump terjadi sementara cadangan senjata-senjata kunci AS telah berkurang dan negosiasi yang alot sekali lagi menemui jalan buntu. Namun demikian, Trump bersikeras bahwa tekanan-tekanan sanksi dapat mengarah pada suatu terobosan.

 

Presiden AS tidak mengatakan tekanan finansial tambahan apa yang akan ia terapkan terhadap Iran, tetapi pemerintahan AS sejak 16 April telah terlibat dalam operasi yang disebut "Operasi Kemarahan Ekonomi" terhadap Iran.

 

Scott Bessent, Menteri Keuangan, menggambarkan bagian dari rencana ini sebagai "setara finansial" dari kampanye pemboman AS terhadap Iran, karena negara-negara yang membeli minyak dari Iran atau melakukan transaksi perbankan dengannya, dapat dikenai sanksi.

 

Tetapi Richard Nephew, peneliti senior di Universitas Columbia yang telah membantu memimpin strategi sanksi Iran di pemerintahan Obama, mengatakan salah satu masalah dari perubahan sikap ini adalah bahwa sanksi tidak dapat berpengaruh secepat penutupan Selat Hormuz.

 

Nephew menekankan bahwa nilai sanksi sebagai alat terbatas, karena Trump belum menjelaskan tujuan-tujuan strategis yang jelas untuk perang; ia terkadang menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, kemudian berfokus pada Selat Hormuz, dan setelah itu berbicara tentang rudal-rudal balistik. Sebaliknya, Trump telah memulai serangan-serangan udara yang luas dan penghancuran terhadap Iran yang tidak mengarah pada akhir cepat yang ia janjikan di awal.

 

Nephew mengatakan: "Tekanan ekonomi adalah elemen yang mungkin dalam strateginya, tetapi ia belum menjelaskan tujuannya. Trump telah secara sistematis melemahkan posisinya dengan penggunaan kekuatan yang tidak tepat, kurangnya penjelasan tujuan yang jelas, dan fluktuasi dalam negosiasi."

 

Associated Press menulis bahwa perubahan sikap terbaru Trump ke arah masalah-masalah ekonomi dengan Iran merupakan semacam pergeseran dari sikap-sikap sebelumnya. Trump telah lama menyalahkan presiden-presiden sebelumnya yang menggunakan sanksi untuk membatasi kemampuan ekonomi Iran, tetapi sekarang ia sendiri telah beralih ke strategi yang sama. (MF)