Para Petinggi AS Gelar Negosiasi Rahasia untuk Tarik Pasukan dari Iran, Trump Tersingkir
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i194752-para_petinggi_as_gelar_negosiasi_rahasia_untuk_tarik_pasukan_dari_iran_trump_tersingkir
Pars Today – Seorang penulis Rusia, dengan menekankan kegagalan AS di hadapan Iran, merujuk pada terbentuknya konflik berbahaya di dalam pemerintahan Trump seputar hal ini.
(last modified 2026-08-11T12:09:12+00:00 )
Aug 11, 2026 19:02 Asia/Jakarta
  • Kabinet Trump
    Kabinet Trump

Pars Today – Seorang penulis Rusia, dengan menekankan kegagalan AS di hadapan Iran, merujuk pada terbentuknya konflik berbahaya di dalam pemerintahan Trump seputar hal ini.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, Malek Dudakov, penulis Rusia di bidang masalah AS, menekankan bahwa di Gedung Putih ada gerakan-gerakan untuk meminggirkan peran Donald Trump dalam cara menangani krisis Iran dan upaya-upaya untuk menyelesaikannya.

 

Ia menambahkan: "Pemerintahan AS sangat berupaya menemukan jalan-jalan untuk keluar dari perang dengan Iran, tetapi Trump sendiri telah disingkirkan dari proses ini."

 

Penulis Rusia ini menegaskan: "Sementara Gedung Putih berupaya keluar dari perang dengan Iran, sistem pengambilan keputusan di pemerintahan Trump sedang terbentuk dalam kondisi yang aneh. Trump semakin disingkirkan dari lingkaran diskusi ketika memeriksa masalah-masalah utama seperti perang dan perdamaian. Negosiasi-negosiasi rahasia telah diadakan antara JD Vance, Wakil Presiden; Marco Rubio, Menteri Luar Negeri; John Ratcliffe, Kepala Badan Intelijen Pusat AS; dan Dan Caine, mewakili Staf Gabungan Militer AS. Dan Caine menuntut peninjauan strategis segera untuk menghilangkan kebuntuan saat ini di Asia Barat."

 

AS Gagal Mengalahkan Iran

 

Ia menyatakan: "Caine mendasarkan sikapnya pada fakta bahwa AS telah gagal mengalahkan Iran dan Iran tidak akan menerima persyaratan AS. Masalah lainnya juga adalah rudal-rudal dan amunisi yang dikatakan hampir habis."

 

Dudakov menyatakan bahwa Vance, Rubio, dan Ratcliffe pada awalnya ragu-ragu tentang agresi terhadap Iran, dan Pete Hegseth, Menteri Perang, serta perwakilan lobi Zionis adalah satu-satunya yang mendukung dimulainya perang, dan merekalah yang meyakinkan Trump untuk memulai perang melawan Iran.

 

AS Mencari Jalan Keluar yang Terhormat dari Perang

 

Penulis ini menambahkan bahwa "Trump masih terus menargetkan Iran dengan serangan-serangan verbal setiap hari, tetapi di belakangnya, diskusi-diskusi intensif sedang berlangsung tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana keluar dari kebuntuan ini dengan tetap menjaga martabat. Kondisi tim Trump menjadi rumit karena sikap prinsipil Iran, karena Iran merasa lebih kuat sebagai akibat dari konfrontasi dengan AS."

 

Ia merujuk pada tuntutan kembali Tehran untuk kompensasi perang, pengembalian aset-asetnya, dan penarikan pasukan AS dari Teluk Persia. Sementara itu, Selat Hormuz masih hampir tertutup dan hal ini menghalangi penggunaan jalur ini oleh kapal-kapal AS. Di dalam pemerintahan AS, konflik berbahaya sedang terbentuk dan situasi di sekitar Trump sangat mirip dengan tim pemerintahan sebelumnya, yaitu Joe Biden.

 

Penulis ini menegaskan bahwa "kondisi AS sekarang berada dalam tekanan dan ruang gerak para pengambil keputusan di Washington telah sangat berkurang. Iran telah menentukan persyaratan untuk pembukaan Selat Hormuz bagi AS dan menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin tanpa perbaikan perilaku AS." (MF)