Katz: Tak Akan Mundur dari Lebanon, Suriah, dan Gaza; Kehadiran Kami Permanen
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i194828-katz_tak_akan_mundur_dari_lebanon_suriah_dan_gaza_kehadiran_kami_permanen
Pars Today – Menteri Perang rezim Zionis mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan tentara rezim tersebut untuk bersiap menghadapi kehadiran jangka panjang di "zona-zona keamanan Lebanon, Suriah, dan Gaza".
(last modified 2026-08-13T09:28:41+00:00 )
Aug 13, 2026 16:26 Asia/Jakarta
  • Yisrael Katz, Menteri Perang rezim Zionis
    Yisrael Katz, Menteri Perang rezim Zionis

Pars Today – Menteri Perang rezim Zionis mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan tentara rezim tersebut untuk bersiap menghadapi kehadiran jangka panjang di "zona-zona keamanan Lebanon, Suriah, dan Gaza".

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang dikutip dari Al-Mayadeen, media-media rezim Zionis, Rabu (12/8) mengumumkan bahwa Yisrael Katz, Menteri Perang rezim tersebut, telah memerintahkan agar tentara mengambil semua tindakan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk kehadiran jangka panjang dan permanen di "zona-zona keamanan Lebanon, Suriah, dan Gaza" dengan dalih melindungi wilayah-wilayah pendudukan.

 

Pernyataan ini disampaikan dalam rangka kunjungan Katz ke desa-desa perbatasan di Lebanon selatan. Dalam kunjungan ini, ia didampingi oleh Tamir Yadai, Wakil Kepala Staf Umum Militer, Rafi Milo, Komandan Wilayah Utara, dan Brigadir Jenderal Yiftach Norkin, Komandan Divisi 36, serta komandan-komandan lainnya.

 

Media-media Israel menyatakan bahwa Katz menerima laporan tentang aktivitas-aktivitas lapangan dan berdiskusi dengan para komandan tentang kesiapan operasional yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan Hizbullah di masa depan.

 

Katz dalam kunjungan ini, dengan merujuk pada sikap Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, mengatakan: Kami tidak akan mundur dalam bentuk apa pun dari zona-zona keamanan, baik di Lebanon, Suriah, maupun Gaza.

 

Pernyataan Katz disampaikan pada saat rezim Zionis terus melanjutkan agresi-agresi berkelanjutannya di Palestina, Lebanon, dan Suriah. (MF)