Islamabad: Kami Tak Putus Asa, Diplomasi Masih Jadi Jalan Keluar; Pantau Ketat Sanksi AS dan Eskalasi Iran
-
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi
Pars Today – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, dengan merujuk pada pertemuan-pertemuan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri negaranya dengan Presiden dan Menteri Luar Negeri Iran di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), mengatakan bahwa meskipun ada babak baru ketegangan di kawasan Teluk Persia, Islamabad tetap percaya pada pengaruh mengikuti jalur diplomasi untuk mengendalikan situasi dan menstabilkan perdamaian.
Menurut laporan koresponden IRNA Rabu (2/9), Tahir Andrabi hari ini dalam konferensi pers mingguannya di Islamabad, menyatakan bahwa ketegangan Iran dan Amerika dalam pertemuan terbaru Komite Pertahanan-Politik Pakistan, Arab Saudi, dan Turki di Istanbul dibahas.
Ia dengan merujuk pada pertemuan-pertemuan bilateral Shehbaz Sharif dengan Dr. Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, dan Senator Muhammad Ishaq Dar, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, dengan rekan sejawatnya dari Iran Sayid Abbas Araghchi di Bishkek, mengatakan: Islamabad meskipun ada babak baru permusuhan di kawasan, tetap berharap pada pengaruh jalur diplomasi.
Islamabad Khawatir tentang Eskalasi Ketegangan tetapi Tetap Berhubungan dengan Kedua Pihak
Tahir Andrabi dengan menyatakan keprihatinan mendalam Pakistan tentang eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika (yang disebabkan oleh serangan-serangan agresif angkatan bersenjata teroris Amerika ke bagian-bagian selatan Iran) mengatakan bahwa pemahaman ini selalu ada bahwa konflik-konflik dapat dimulai kembali antara kedua pihak kapan saja.
Ia menekankan: Pakistan mengikuti situasi ini dengan keprihatinan tetapi harus saya katakan bahwa kami tidak putus asa dan tetap melanjutkan kontak-kontak kami dengan kedua pihak negosiasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan tentang nasib nota kesepahaman Islamabad mengatakan: Nota kesepahaman ini menentukan kerangka negosiasi dan perdamaian dan tetap berada pada posisinya.
Ia menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan tentang penghancuran nota kesepahaman Islamabad, melainkan peluang ini tetap pada tempatnya dan pihak-pihak negosiasi harus memanfaatkan peluang ini.
Kami Memantau Sanksi-sanksi Baru Amerika terhadap Iran
Tahir dalam menjawab pertanyaan tentang perang ekonomi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, terhadap Republik Islam Iran menyatakan: Islamabad telah diberitahu tentang pemberlakuan sanksi-sanksi baru Amerika terhadap Iran dan memantau situasi ini. (MF)