Pentagon: Perang Melawan Iran Menyebabkan Kekurangan Amunisi AS
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i196834-pentagon_perang_melawan_iran_menyebabkan_kekurangan_amunisi_as
Pars Today – Inspektur Jenderal Pentagon dalam sebuah laporan merujuk pada kerugian yang diderita AS dan kekurangan amunisi selama perang melawan Iran.
(last modified 2026-09-15T11:51:33+00:00 )
Sep 15, 2026 18:48 Asia/Jakarta
  • Pentagon
    Pentagon

Pars Today – Inspektur Jenderal Pentagon dalam sebuah laporan merujuk pada kerugian yang diderita AS dan kekurangan amunisi selama perang melawan Iran.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Inspektur Jenderal Kementerian Perang AS dalam laporan publik pertamanya tentang perang Iran menyatakan bahwa konflik ini telah menyebabkan kekurangan amunisi di militer AS dan menciptakan "kemacetan" dalam rantai pasokan persenjataan. Laporan yang mengkaji periode awal perang dari 28 Februari hingga 30 Juni ini menyebutkan bahwa Pentagon sedang mempercepat proses pembelian dan produksi, mengurangi waktu pengadaan, serta menyimpan bahan baku, komponen, dan beberapa amunisi vital untuk mengkompensasi kekurangan ini.

 

Berdasarkan laporan ini, perang sejauh ini telah menelan biaya sekitar 33,4 miliar dolar bagi AS, dengan 22,3 miliar dolar di antaranya terkait amunisi yang dikonsumsi, 3,7 miliar dolar terkait peralatan yang hilang, dan 7,4 miliar dolar terkait biaya lainnya. Angka ini tidak termasuk biaya perbaikan fasilitas yang rusak.

 

Laporan Inspektur Jenderal juga memberikan rincian signifikan tentang kerusakan yang diderita peralatan militer AS. Berdasarkan laporan ini, setidaknya 30 drone besar AS telah dihancurkan. Selain itu, 4 jet tempur F-15E, 1 unit F-35E, 1 unit A-10, 12 pesawat tanker KC-135, dan 9 pesawat lainnya telah dihancurkan atau mengalami kerusakan luas.

 

Dalam laporan ini untuk pertama kalinya secara resmi diklaim bahwa Iran selama perang telah menargetkan pangkalan pendukung dan logistik utama Angkatan Laut AS di Bahrain dengan drone dan rudal balistik. Laporan ini juga memberitakan kerusakan luas pada beberapa pangkalan serta peralatan intelijen dan pengawasan AS di kawasan.

 

Berdasarkan perkiraan Inspektur Jenderal, lebih dari 20.000 personel militer dan diplomatik AS telah dipindahkan selama perang. Juga pesawat-pesawat AS telah melakukan hingga 5.000 penerbangan dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung operasi tempur.

 

Laporan ini dipublikasikan sementara Pete Hegseth, Menteri Perang AS, telah membantah laporan tentang penurunan cadangan amunisi AS. Donald Trump juga baru-baru ini mengklaim bahwa AS memiliki amunisi dalam "jumlah yang hampir tak terbatas" dan pada saat yang sama mengatakan bahwa persenjataan canggih AS sedang diproduksi dan dikirim dengan cepat ke pasukan negaranya di Timur Tengah.

 

Laporan Inspektur Jenderal tidak memberikan komentar tentang kondisi moral pasukan AS yang ditempatkan di kawasan. Masalah ini dalam beberapa minggu terakhir, menyusul penempatan panjang kapal induk "Abraham Lincoln" dan kekhawatiran tentang kondisi pasukan yang ditempatkan di dalamnya, telah menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian Pentagon. (MF)