Ulyanov: Laporan Komprehensif IAEA Tidak Boleh Jadi Alat Melancarkan Serangan Politik terhadap Iran
-
Mikhail Ulyanov, Duta Besar dan Wakil Tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina
Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina menekankan perlunya teknis dan ketidakberpihakan laporan komprehensif Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional mengenai program nuklir Iran dan memperingatkan bahwa nada laporan ini tidak boleh memberikan dasar bagi penyalahgunaan politik oleh negara-negara Barat.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, pada hari Rabu (05/03), Mikhail Ulyanov pada pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan, Jelas dari laporan terbaru Dirjen IAEA bahwa persetujuan resolusi anti-Iran lainnya yang diajukan oleh negara-negara Eropa pada pertemuan Dewan Gubernur pada bulan November melemahkan pemahaman yang dicapai antara Dirjen IAEA dan pihak Iran selama kunjungannya ke Tehran menjelang pertemuan itu. Semua ini hanya menunjukkan satu hal, upaya Dirjen IAEA untuk meningkatkan kerja sama tidak boleh diremehkan. Kami telah memperingatkan terkait hal ini. Namun, pembuat resolusi ini dengan sengaja bersikeras untuk meningkatkan ketegangan, seolah-olah ini adalah tujuan akhir mereka.
Menurutnya, Percakapan antara Dirjen IAEA dengan Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, yang dicatat dalam laporan ini, patut mendapat penilaian positif. Hal ini menunjukkan ketertarikan kedua pihak untuk menjaga interaksi rutin dan mencapai hasil yang dapat diterima, termasuk dalam kerangka pernyataan bersama pimpinan IAEA dan Organisasi Energi Atom Iran pada 4 Maret 2023.
Mengacu pada nada laporan Dirjen IAEA yang mengkhawatirkan, diplomat senior Rusia ini mengatakan, Kami prihatin dengan nada laporan ini yang tidak realistis dan dibuat-buat. Selama periode kajian, tidak ada kejadian negatif signifikan terkait agenda itu, tapi laporan terkini menyajikan gambaran berbeda dan berlebihan. Permasalahan yang sebelumnya dinyatakan ditutup, seperti situs Lavizan-Shian dan Marivan, kini kembali disorot, sementara tidak ada perkembangan baru yang dilakukan untuk menghidupkannya kembali.
Ulyanov mengingatkan, Dalam laporan Dirjen IAEA juga telah disampaikan kesimpulan yang tidak berdasar tentang perbaikan Kode 3.1. Meskipun perbedaan pendapat antara Iran dan IAEA jelas mengenai masalah ini, tapi tidak benar untuk menyimpulkan bahwa perbedaan ini menciptakan hambatan bagi memverifikasi sifat damai dari program nuklir Iran. Selain itu, Sekretariat IAEA masih menyelidiki masalah yang sudah berlangsung selama tiga puluh tahun terkait dengan perbedaan kecil dalam perhitungan bahan nuklir, sementara masalah tersebut tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Menekankan bahwa Iran mematuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Perjanjian Pengamanan, Ulyanov mengatakan, Laporan Direktur Jenderal IAEA menyatakan bahwa Iran telah mengizinkan IAEA untuk menyesuaikan pendekatannya dalam penerapan pengamanan, sepadan dengan peningkatan 60% dalam produksi uranium. Dalam situasi seperti ini, sungguh mengejutkan bahwa pernyataan "keprihatinan serius" direktur jenderal mengenai pengayaan 60% uranium di Iran adalah hal yang mengejutkan.(sl)