Menteri Energi Iran: Sanksi Buat Kita Lebih Inovatif; Iran Kini Bersaing dengan yang Terbaik di Dunia
-
Menteri Energi Iran Abbas Aliabadi
Pars Today - Menteri Energi Republik Islam Iran mengatakan, "Pemerintah Iran telah berfokus pada peningkatan rantai nilai produksi dalam negeri."
Menteri Energi Iran Abbas Aliabadi mengatakan pada hari Selasa di "Acara Nasional untuk Eksportir Jasa Teknis dan Rekayasa, Barang, dan Produk Berbasis Pengetahuan Industri Air dan Tenaga", bahwa untuk pertama kalinya selama sanksi, kami berhasil mengekspor produk yang paling membanggakan umat manusia, yaitu turbin gas, ke Rusia. Kami juga menjual generator dan sistem kontrol, dan bahkan memasok suku cadang mesin pesawat.
Menurut laporan Pars Today mengutip FNA, Aliabadi menunjukkan dua strategi kunci dalam mengembangkan ekspor dan mengatakan, Pertama, perusahaan Iran harus menjadi internasional dan membangun kehadiran mereka di dunia. Kedua, kita harus bergerak menuju permintaan riil dan melihat apa yang diinginkan dunia. Kedua pendekatan ini akan memungkinkan kita untuk tetap berada di pasar dan tumbuh.
Mengacu pada pengalaman Iran di pasar regional, Aliabadi mengatakan, Kami menjual pembangkit listrik ke beberapa negara di kawasan dan membangun pembangkit listrik di beberapa negara dengan peralatan Iran. Pentingnya pengalaman ini adalah bahwa untuk hadir di pasar global, kita harus memiliki rantai yang lengkap, mulai dari rekayasa hingga operasi dan pemeliharaan.
Menteri Energi Iran menjelaskan, Di Aljazair, kami mengikuti tender perbaikan pembangkit listrik dan memperoleh skor teknis yang lebih tinggi daripada pesaing utama. Bahkan dalam hal harga, kami sekitar 5% lebih rendah daripada pesaing terbaik dan 30% lebih rendah daripada pesaing terlemah, tetapi pada akhirnya perusahaan lain yang terpilih.
Menteri Energi Iran ini kemudian mengatakan bahwa ia malu dengan kejadian ini, karena mereka membeli produk berkualitas rendah dengan harga lebih tinggi. Ini adalah contoh nyata kekuatan teknis Iran di pasar global.
Menekankan pentingnya dokumen hulu Iran, ia mengatakan, Risiko ekspor bukanlah sebuah pilihan, melainkan strategi nasional. Deklarasi Langkah Kedua Revolusi, kebijakan ekonomi perlawanan, dan Rencana Pembangunan Ketujuh semuanya menekankan penguatan produksi nasional dan pengembangan ekspor. Pemerintah Iran dan Kementerian Energi berfokus pada promosi rantai nilai domestik dan dukungan terhadap perusahaan berbasis pengetahuan.
Aliabadi menambahkan, "Salah satu penghargaan terbesar setelah revolusi adalah kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kemampuan teknis dan rekayasa di sektor air dan listrik. Saat ini, kami memiliki rantai studi, desain, konstruksi, instalasi, dan operasi yang lengkap. Tidak ada titik lemah, dan kami bersaing dengan yang terbaik di dunia dalam hal kualitas."
Mengacu pada sanksi, Menteri Energi Iran mengatakan, Sanksi dan persaingan ekonomi memang membatasi, tetapi juga menjadi stimulus bagi inovasi. Dengan mengandalkan pengetahuan lokal, perusahaan berbasis pengetahuan, dan pengelolaan sumber daya, kami tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga berpartisipasi dalam ekspor.
“Layanan rekayasa kami meliputi studi kelayakan, desain kompetitif, rekayasa nilai, implementasi, dan layanan purnajual, serta produk-produk khusus dalam negeri. Kombinasi yang kuat ini dapat bersinar di pasar global,” ujar Aliabadi
Menteri Energi Iran mengatakan, “Ekspor paket nilai yang lengkap ini harus dipromosikan dengan memperoleh sertifikat internasional dan memperkuat merek nasional. Dunia tidak berhenti, dan kita pun tidak boleh berhenti. Kemampuan saat ini adalah titik awal dan kita harus bersiap untuk maju lagi setiap hari.”(sl)