Ekspor Minyak Iran Meningkat di bulan Oktober; Kebijakan Tekanan Maksimum kembali Gagal
Pars Today – Laporan terbaru Yayasan Pertahanan Demokrasi (FDD) menunjukkan ekspor minyak Iran di bulan Oktober mencapai lebih dari dua juta barel per hari, dan mencatat rekor tertinggi di tahun 2025.
Meskipun Departemen Keuangan Amerika Serikat telah memberlakukan tiga paket sanksi pada bulan Oktober — termasuk paket besar tanggal 9 Oktober yang menargetkan lebih dari 50 individu, lembaga, dan kapal tanker minyak — ekspor minyak Iran tidak hanya tidak menurun, tetapi justru mengalami tren peningkatan. Hal ini, menurut para analis, menunjukkan kegagalan berkelanjutan dari kebijakan tekanan maksimum Washington.
Menurut Kantor Berita Fars, lembaga think tank Amerika Yayasan Pertahanan Demokrasi (FDD) menyatakan bahwa ekspor minyak Iran pada bulan Oktober mencapai sekitar 66,8 juta barel; angka ini setara dengan 2,15 juta barel per hari dan menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan bulan September.
Berdasarkan hal tersebut, minyak mentah Iran mencakup 89,8 persen dari total ekspor (1,93 juta barel per hari), sementara itu minyak bakar (mazut) sekitar 193 ribu barel dan kondensat gas sebanyak 26 ribu barel per hari juga diekspor dari Iran.
Yayasan Pertahanan Demokrasi (FDD) memperkirakan bahwa dengan mempertimbangkan potongan harga sebesar lima hingga sepuluh persen dibandingkan harga Brent, ekspor Iran pada bulan Oktober menghasilkan pendapatan kotor antara 3,9 hingga 4,2 miliar dolar Amerika. Berdasarkan data “TankerTrackers”, Tiongkok tetap menjadi pembeli terbesar minyak Iran dengan porsi 90,6 persen dari total ekspor, diikuti oleh Uni Emirat Arab, Singapura, dan Yaman. (MF)