Ghalibaf: Transaksi Ekonomi Iran dan Pakistan Akan Meningkat Menjadi 10 Miliar Dolar / Yaman Hancurkan Jaringan Intelijen Mossad dan CIA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i179892-ghalibaf_transaksi_ekonomi_iran_dan_pakistan_akan_meningkat_menjadi_10_miliar_dolar_yaman_hancurkan_jaringan_intelijen_mossad_dan_cia
Ketua Parlemen Republik Islam Iran menekankan peningkatan pertukaran ekonomi antara Tehran dan Islamabad.
(last modified 2025-12-11T09:26:48+00:00 )
Nov 09, 2025 13:30 Asia/Jakarta
  • Ghalibaf: Transaksi Ekonomi Iran dan Pakistan Akan Meningkat Menjadi 10 Miliar Dolar / Yaman Hancurkan Jaringan Intelijen Mossad dan CIA

Ketua Parlemen Republik Islam Iran menekankan peningkatan pertukaran ekonomi antara Tehran dan Islamabad.

Tehran, Parstoday- Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Republik Islam Iran, pada hari Sabtu dalam sebuah pesan di media sosial X mengenai pertemuan ekonominya di Pakistan menulis:“Di Pakistan, saya mengadakan dua pertemuan khusus dan konstruktif dengan anggota Federasi Kamar Dagang negara ini serta para pelaku ekonomi Iran dan Pakistan.”

Ia menambahkan, “Volume pertukaran ekonomi saat ini antara Iran dan Pakistan sekitar 3 miliar dolar; kedua pihak menekankan bahwa situasi ini tidak dapat diterima dan keduanya memiliki tekad operasional untuk melakukan perubahan. Kita harus meningkatkan angka ini menjadi 10 miliar dolar. Terdapat peluang luar biasa di bidang pertanian, energi, petrokimia, obat-obatan, nanoteknologi, minyak, gas, dan produk industri yang telah kami bahas satu per satu.”

Qalibaf menegaskan: “Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua bangsa, tetapi juga memperkuat stabilitas kawasan.”

Pembatalan Lebih dari 2.000 Penerbangan di Seluruh Amerika Serikat Sejak Penutupan Pemerintah

Kekurangan pegawai di pusat-pusat pengendalian lalu lintas udara Amerika Serikat, disertai pengurangan 4 persen penerbangan di 40 bandara besar negara itu, telah menyebabkan pembatalan lebih dari 2.000 penerbangan.“Sean Duffy,” Menteri Transportasi Amerika Serikat, dalam wawancaranya dengan Fox News menyebutkan bahwa penutupan pemerintah merupakan faktor yang memperburuk kekurangan tenaga kerja dan mengatakan: “Masalah utama kami adalah bahwa para pegawai di sektor pengendalian lalu lintas udara tidak dibayar, sehingga mereka terpaksa mencari pekerjaan kedua seperti pelayan atau sopir taksi dan tidak hadir di menara pengawas untuk melaksanakan tugas harian mereka.”

Ketidakpuasan 64 Persen Warga Jerman terhadap Kanselir Negaranya

Menurut survei lembaga sosiologi INSA, 64 persen rakyat Jerman tidak puas dengan kinerja Friedrich Merz, Kanselir negara tersebut. Survei ini menunjukkan bahwa tingkat ketidakpuasan terhadap Merz meningkat dua persen dibandingkan akhir bulan Oktober. Hanya 27 persen peserta survei yang menilai kinerjanya positif, sementara 9 persen lainnya tidak memiliki pendapat.

Keberhasilan Intelijen Sana’a; Jaringan Besar Mata-Mata Mossad dan CIA Dihancurkan

Kementerian Dalam Negeri Yaman dalam pernyataannya mengumumkan pelaksanaan operasi keamanan khusus yang berhasil menangkap sebuah jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan pusat operasi gabungan antara badan intelijen Amerika Serikat (CIA), Mossad, dan intelijen Arab Saudi.Kementerian Dalam Negeri Yaman menyatakan: “Kelompok-kelompok jaringan ini terlibat dalam kejahatan penumpahan darah warga sipil Yaman dalam beberapa operasi yang dilakukan oleh musuh Amerika dan Zionis terhadap rumah-rumah penduduk, pasar, dan tempat umum. Mereka membantu musuh dengan memberikan informasi dan koordinat sejumlah fasilitas layanan publik yang menjadi sasaran, untuk merugikan kepentingan bangsa Yaman dan menekan kondisi ekonomi serta kehidupan rakyat.”Kementerian Dalam Negeri Yaman juga mempublikasikan pengakuan para anggota jaringan mata-mata tersebut.

Presiden Kolombia: Trump dan Rubio, Kalian Pembohong

“Gustavo Petro,” Presiden Kolombia, menyebut “Donald Trump,” Presiden Amerika Serikat, dan “Marco Rubio,” Menteri Luar Negeri negara itu, sebagai pembohong dan berkata: “Trump dan Rubio, kalian dan teman-teman kalian berbohong, karena orang-orang yang kalian bunuh bukanlah para penyelundup narkoba.” Petro menambahkan bahwa di dunia saat ini, demokrasi telah mati dan kebiadaban sedang berkuasa.(PH)