Laksamana Sayyari: Keamanan Laut Kaspia harus Dijamin Melalui Kerja Sama antar Negara Pesisir
https://parstoday.ir/id/news/iran-i181294-laksamana_sayyari_keamanan_laut_kaspia_harus_dijamin_melalui_kerja_sama_antar_negara_pesisir
Pars Today – Kepala Staf dan Deputi Koordinator Militer Republik Islam Iran menegaskan: Keamanan Laut Kaspia harus dijamin melalui kerja sama negara-negara pesisir laut ini, dan tanpa kehadiran pihak asing.
(last modified 2025-11-29T10:29:08+00:00 )
Nov 29, 2025 17:26 Asia/Jakarta
  • Laksamana Sayyari
    Laksamana Sayyari

Pars Today – Kepala Staf dan Deputi Koordinator Militer Republik Islam Iran menegaskan: Keamanan Laut Kaspia harus dijamin melalui kerja sama negara-negara pesisir laut ini, dan tanpa kehadiran pihak asing.

Laksamana Habibollah Sayyari, kepala staf dan deputi koordinator militer Republik Islam Iran Sabtu (29/11/2025) dalam sebuah dialog dengan tema "Angkatan Laut Strategis; Dari Kekuatan hingga Pengembangan Maritim" seraya mengisyaratkan bahwa Laut Kaspia adalah laut perdamaian dan persahabatan, menegaskan urgensi interaksi lima negara pesisir Kaspia (Iran, Rusia, Republik Azerbaijan, Turkmanistan dan Kazakhastan) untuk menjamin keamanan laut ini dan mencegah kehadiran kekuatan asing.

 

Laksamana Sayyari menambahkan bahwa Laut Kaspia harus dikelola sebagai ‘laut perdamaian dan persahabatan’ melalui kerja sama lima negara pesisir, dan kehadiran kekuatan asing di kawasan tersebut tidak diperbolehkan. Angkatan Bersenjata Iran memiliki kesiapan penuh untuk membela keamanan Kaspia dan wilayah perairan lainnya di negara ini.

 

Laksamana Habibollah Sayyari juga menyinggung pencapaian Angkatan Laut Iran, dengan menekankan bahwa sejak awal perang yang dipaksakan, kendali penuh atas Teluk Persia, khususnya di bagian utara, berada di tangan Iran dan posisi ini terus berlanjut hingga hari ini.

 

Ia merujuk pada operasi pengawalan konvoi kapal dagang selama masa perang, dengan menyatakan bahwa lebih dari 150 operasi pengawalan dilakukan dan sekitar 10.000 kapal dagang serta kapal tanker berhasil dilindungi. Meskipun lebih dari 1.000 rudal ditembakkan ke arah kapal-kapal tersebut, hanya 200 yang mengenai sasaran, dan hasil ini dianggap sebagai rekor unik dalam sejarah operasi maritim dunia.

 

Wakil Koordinator Militer Republik Islam Iran dalam bagian lain pidatonya menyinggung pengembangan kemampuan Angkatan Laut Iran dan menekankan bahwa atas arahan Pemimpin Revolusi Islam, pembangunan kapal perusak canggih termasuk Jamaran, Damavand, Sahand, Zagros, dan Taftan telah dimasukkan dalam agenda, serta jalur produksi kapal selam ringan, menengah, dan berat telah didirikan di dalam negeri.

 

Laksamana Sayyari menegaskan bahwa saat ini seluruh peralatan Angkatan Laut diproduksi di dalam Iran, dan menyatakan bahwa rudal pintar, drone canggih, serta kapal perusak dibuat oleh para pemuda ahli Iran. (MF)