Iran, Mitra Dagang Utama Afghanistan; Impor Kabul dari Tehran Melonjak menjadi 3,45 miliar dolar AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184464-iran_mitra_dagang_utama_afghanistan_impor_kabul_dari_tehran_melonjak_menjadi_3_45_miliar_dolar_as
Pars Today – Tingkat pertukaran perdagangan antara Iran dan Afghanistan terus meningkat.
(last modified 2026-01-21T14:28:05+00:00 )
Jan 21, 2026 21:25 Asia/Jakarta
  • Abdul Salam Jawad Akhundzada, juru bicara Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pemerintahan Taliban
    Abdul Salam Jawad Akhundzada, juru bicara Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pemerintahan Taliban

Pars Today – Tingkat pertukaran perdagangan antara Iran dan Afghanistan terus meningkat.

Menurut laporan Pars Today, pemerintahan Taliban mengumumkan bahwa volume hubungan dagang Iran dan Afghanistan telah meningkat hingga mencapai 3,5 miliar dolar AS.

 

Abdul Salam Jawad Akhundzada, juru bicara Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pemerintahan Taliban, menyatakan bahwa pada tahun 2025 volume perdagangan Iran dengan Afghanistan mencapai lebih dari 3,5 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Afghanistan ke Iran tercatat sebesar 53 juta dolar AS. Ia menambahkan bahwa hubungan perdagangan Iran dan Afghanistan menunjukkan tren peningkatan, seraya menyebutkan bahwa pada tahun kalender sebelumnya impor Afghanistan dari Iran mencapai 3 miliar 454 juta dolar AS. Saat ini, Iran merupakan mitra dagang terbesar Afghanistan, dan Afghanistan mencatat impor terbesar dari Iran dibandingkan negara-negara tetangga dan kawasan lainnya.

 

Produk pangan, bahan bangunan (besi dan semen), bahan pembersih, karpet, obat-obatan, produk kesehatan, serta peralatan listrik merupakan komoditas utama ekspor Iran ke Afghanistan. Menurut juru bicara Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pemerintahan Taliban, batangan timbal, wijen, benih sayuran, kapas, hasil pertanian kering, dan batu mulia merupakan barang ekspor utama Afghanistan ke Iran.

 

Pameran Internasional Peluang Perdagangan dan Ekonomi Iran–Afghanistan dibuka pada 18 Oktober 2025 di lokasi Pameran Internasional Provinsi Khorasan Selatan di Birjand, dengan kehadiran para pejabat Iran dan Afghanistan, otoritas daerah, pelaku ekonomi, serta pimpinan kamar dagang kedua negara. Pameran ini diselenggarakan dengan tujuan mengembangkan kerja sama ekonomi, memperkuat hubungan dagang, dan menarik investasi bersama antara Iran dan Afghanistan. Lebih dari seratus perusahaan dan kelompok ekonomi dari berbagai provinsi Iran, serta sejumlah delegasi dagang dari Afghanistan, berpartisipasi dalam pameran tersebut dan memamerkan kemampuan serta potensi terbaru mereka di bidang pertambangan, pertanian, industri pangan, jasa teknik dan rekayasa, serta transportasi.

 

Provinsi Khorasan Selatan, sebagai gerbang perdagangan Iran dengan Afghanistan, memainkan peran penting dalam pengembangan hubungan ekonomi kedua negara. Pameran ini dinilai sebagai langkah efektif untuk meningkatkan interaksi ekonomi dan investasi bersama antara sektor swasta Iran dan Afghanistan.

 

Di sela-sela acara tersebut, juga diselenggarakan Konferensi Kerja Sama Ekonomi Iran–Afghanistan di Birjand, yang membahas berbagai strategi untuk memperluas interaksi lintas batas, mempermudah ekspor, serta membentuk konsorsium investasi bersama. Dalam pertemuan ini, kedua pihak menilai potensi perdagangan bilateral dapat mencapai hingga 10 miliar dolar AS, serta bertukar pandangan mengenai investasi bersama di sektor pertambangan, pertanian, industri bahan bangunan, dan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin untuk ekspor.

 

Peningkatan tingkat pertukaran perdagangan Iran dan Afghanistan pada tahun 2025 merupakan hasil dari kombinasi faktor ekonomi, politik, dan infrastruktur yang mendorong kedua negara menuju kerja sama yang lebih luas. Berdasarkan laporan resmi, volume perdagangan kedua negara pada tahun 2024 meningkat lebih dari 84 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai sekitar 3 miliar 19 juta dolar AS. Tren ini berlanjut pada tahun 2025, dengan berbagai indikasi penguatan hubungan ekonomi.

 

Salah satu faktor utama peningkatan tersebut adalah tingginya ketergantungan pasar Afghanistan terhadap produk Iran. Menurut laporan, 95 persen ekspor provinsi-provinsi timur Iran ditujukan ke Afghanistan, dan negara ini tetap menjadi salah satu dari empat tujuan utama ekspor nonmigas Iran. Afghanistan, karena keterbatasan industrinya dan kebutuhan besar terhadap barang kebutuhan pokok, bahan bangunan, energi, pangan, dan produk minyak bumi, dipandang sebagai pasar yang luas bagi produk-produk Iran.

 

Faktor penting lainnya adalah perbaikan jalur transit dan perbatasan. Pada tahun 2025, Iran mengumumkan bahwa volume transit barang melalui perbatasan Dogharoun menuju Afghanistan meningkat sebesar 70 persen, sementara ekspor melalui perbatasan yang sama tumbuh 25 persen. Pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan kapasitas bea cukai, serta penyederhanaan prosedur administratif telah membuat perdagangan antara kedua negara menjadi lebih lancar dan berbiaya lebih rendah.

 

Selain faktor-faktor tersebut, perubahan arah perdagangan Afghanistan dari Pakistan ke Iran juga memainkan peran penting. Pada tahun 2025, Pelabuhan Chabahar untuk pertama kalinya melampaui Pelabuhan Karachi dan menjadi jalur utama perdagangan laut Afghanistan. Perubahan rute ini meningkatkan ketergantungan Afghanistan terhadap Iran dan secara alami mendorong kenaikan volume pertukaran dagang.

 

Di sisi lain, pendekatan pemerintahan Taliban dalam memperluas hubungan ekonomi dengan Iran turut berpengaruh dalam tren ini. Para pejabat Taliban berulang kali menyatakan keinginan mereka untuk menarik investasi Iran di sektor-sektor seperti pertambangan, energi surya, dan pengembangan jalur kereta api. Sikap positif ini menciptakan landasan bagi peningkatan ekspor dan kerja sama bersama.

 

Pada akhirnya, keunggulan harga produk-produk Iran dibandingkan pesaing seperti Turki, Pakistan, dan negara-negara Asia Tengah membuat pasar Afghanistan tetap condong ke Iran. Kedekatan geografis, kesamaan budaya, serta biaya transportasi yang lebih rendah semakin memperkuat keunggulan tersebut.

 

Keseluruhan faktor ini menunjukkan bahwa peningkatan pertukaran perdagangan antara Iran dan Afghanistan pada tahun 2025 bukanlah tren sementara, melainkan hasil dari serangkaian perubahan struktural dan kebutuhan timbal balik—sebuah tren yang tampaknya akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang. (MF)