Kebijakan Regional Iran; Fokus pada Perdamaian, Stabilitas, dan Kemandirian dari Kekuatan Ekstra-Regional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i186100-kebijakan_regional_iran_fokus_pada_perdamaian_stabilitas_dan_kemandirian_dari_kekuatan_ekstra_regional
Masoud Pezeshkian, Presiden Iran dalam pertemuannya dengan Suren Papikyan, Menteri Pertahanan Armenia, beserta rombongan di Tehran menekankan pendekatan prinsip Republik Islam Iran terhadap perkembangan regional.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 26, 2026 11:00 Asia/Jakarta
  • Kebijakan Regional Iran; Fokus pada Perdamaian, Stabilitas, dan Kemandirian dari Kekuatan Ekstra-Regional

Masoud Pezeshkian, Presiden Iran dalam pertemuannya dengan Suren Papikyan, Menteri Pertahanan Armenia, beserta rombongan di Tehran menekankan pendekatan prinsip Republik Islam Iran terhadap perkembangan regional.

Presiden Iran menegaskan, "Kebijakan pasti Iran adalah mendukung perdamaian, stabilitas, dan keamanan berkelanjutan di kawasan, dan kami sama sekali tidak menginginkan ketidakamanan dan ketegangan, karena ketidakstabilan apa pun akan merugikan semua negara di kawasan."

Pezeshkian mengumumkan kesiapan Republik Islam Iran untuk memfinalisasi "Dokumen Kemitraan Komprehensif Strategis" antara Tehran dan Yerevan, dan menegaskan, "Sejauh kita dapat meningkatkan tingkat hubungan kita di berbagai bidang politik, ekonomi, transportasi, energi, dan infrastruktur, kepentingan kedua negara dan kedua bangsa akan semakin terjamin."

Letnan Jenderal Seyed Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, juga dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Armenia mengumumkan kesiapan Iran untuk mengembangkan kerja sama militer dengan angkatan bersenjata Armenia.

Marsekal Muda Penerbang Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Armenia, merujuk pada kedalaman hubungan historis dan strategis kedua negara, menekankan penolakan Tehran terhadap setiap perubahan geopolitik kawasan dan campur tangan aktor-aktor ekstra-regional.

Republik Islam Iran, dalam beberapa tahun terakhir, selalu menjadikan kebijakan integrasi regional sebagai dasar interaksinya. Pertemuan terakhir Presiden dengan Menteri Pertahanan Armenia juga dapat dianalisis dalam kerangka ini. Iran, sebagai negara dengan posisi geopolitik khusus di Asia Barat dan perbatasan antara Kaukasus, Teluk Persia, dan Asia Tengah, memandang stabilitas regional sebagai jaminan keamanan nasionalnya. Oleh karena itu, penekanan Pezeshkian pada perluasan hubungan dengan negara-negara tetangga, terutama Armenia, sejalan dengan kebijakan yang bertujuan menciptakan keseimbangan, mencegah konflik, dan menjaga perdamaian regional yang berkelanjutan.

Kerja Sama Keamanan dan Pertahanan; Menjaga StabilitasPerkembangan kesepahaman pertahanan antara Iran dan Armenia dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan pemahaman bersama kedua negara tentang ancaman regional dan pentingnya memperluas kerja sama militer dan keamanan.

Dengan memperkuat kerja sama lokal antar negara di kawasan, ruang untuk pengaruh dan kehadiran kekuatan asing berkurang. Koordinasi pertahanan antara Iran dan negara-negara tetangga juga dapat berperan sebagai pencegah terhadap manuver-manuver tidak konstruktif. Selain itu, stabilitas keamanan adalah prasyarat utama bagi kemakmuran ekonomi, menarik investasi, dan meningkatkan situasi ekonomi di kawasan.

Iran, dengan posisi geografisnya yang istimewa, berupaya memperkuat peran ekonomi dan transitnya melalui koridor transportasi internasional, seperti Utara-Selatan dan Timur-Barat. Kerja sama erat dengan Armenia dapat memiliki fungsi fundamental dalam hal ini.

Jalur Iran-Armenia dapat menjadi jembatan penghubung yang andal antara pasar Rusia, Asia Tengah, dan Teluk Persia. Koneksi semacam ini menjadi landasan bagi stabilitas berkelanjutan antar negara, karena kepentingan ekonomi bersama mencegah konflik dan mengembangkan kerja sama. Dengan mengembangkan koridor regional yang independen, negara-negara di kawasan dapat mengejar kebijakan ekonomi dan strategis mereka dengan lebih mandiri.

Pertemuan dan dialog baru-baru ini antara pejabat Iran dan Armenia harus dilihat sebagai simbol transformasi dalam kebijakan regional Tehran; sebuah transformasi yang mencerminkan strategi multifaset dan cerdas di tingkat politik, keamanan, dan ekonomi.

Strategi Republik Islam Iran didasarkan pada: memperkuat kerja sama keamanan dan militer dengan tujuan mencegah krisis dan menghadapi intervensi asing; memperluas hubungan ekonomi, energi, dan transportasi untuk mencapai hubungan yang konstruktif; menciptakan infrastruktur konektivitas dan koridor regional sebagai pilar perdamaian dan pembangunan berkelanjutan; memperkokoh peran Iran sebagai poros penstabil di kawasan.

Kebijakan integrasi regional Iran bukan sekadar pilihan diplomatik, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga kepentingan nasional, memperkuat keamanan kolektif, mengekang persaingan ekstra-regional, dan menyediakan landasan bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan dalam skala yang lebih luas dari batas-batas nasional.(PH)