Iravani: Pemrakarsa Perang dan Mitra Mereka Bertanggung Jawab atas Situasi Selat Hormuz
-
Wakil tetap Iran di PBB, Amir Saeed Iravani
Pars Today - Duta Besar dan Perwakilan Iran di PBB mengatakan: "Situasi saat ini di Selat Hormuz dan konsekuensi ekonomi globalnya, semata-mata dan hanya berada di tangan para pemrakarsa perang terhadap Iran dan mitra regional mereka."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Amir Saeed Iravani, Duta Besar Iran di PBB, pada hari Jumat (15/5/2026) dalam pertemuan khusus Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) menegaskan: "Ketidakstabilan yang meningkat di pasar energi, rantai pasokan, dan arus perdagangan global merupakan tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan, kerja sama internasional, dan stabilitas ekonomi global."
Perwakilan Tetap Iran di PBB menambahkan: "Dalam kerangka ini, Iran telah menderita kerugian dalam dua cara yang mendalam dan saling terkait. Dalam waktu kurang dari setahun, negara Iran telah menjadi target dua tindakan agresif ilegal oleh rezim Israel dan Amerika Serikat, yang secara jelas melanggar Piagam PBB dan hukum internasional."
Iravani mengatakan: "Serangan langsung terhadap infrastruktur minyak, gas, dan petrokimia Iran telah menyebabkan kerusakan ekonomi dan lingkungan yang parah di kawasan Teluk Persia. Serangan ini juga telah mengganggu rantai pasokan energi dan pupuk global, serta membawa konsekuensi serius bagi ketahanan pangan dan produksi pertanian di seluruh dunia."
Duta Besar Iran di PBB menambahkan: "Sanksi sepihak, tindakan koersif, dan blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat telah semakin mengganggu rantai pasokan global dan meningkatkan ketidakstabilan di pasar energi dan komoditas dasar."
Perwakilan Tetap Republik Islam Iran di PBB menegaskan: "Keamanan regional yang berkelanjutan tidak dapat dicapai melalui konfrontasi atau ketergantungan pada kekuatan asing, tetapi hanya melalui dialog, rasa saling menghormati, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial, serta kerja sama regional dan internasional yang tulus."
Iravani menekankan: "Iran tetap berkomitmen pada interaksi konstruktif dan upaya untuk memulihkan stabilitas, keamanan energi, dan mengembalikan Selat Hormuz ke kondisi normal, dengan syarat agresi dan eskalasi militer dihentikan serta blokade laut dicabut." (MF)