Jenderal Rezaei: Kami Serius di Diplomasi, Tapi Jauh Lebih Serius di Medan Perang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190092-jenderal_rezaei_kami_serius_di_diplomasi_tapi_jauh_lebih_serius_di_medan_perang
Pars Today - Penasihat Militer Pemimpin Revolusi Iran menegaskan, "Rakyat Iran harus tahu bahwa Iran serius dalam negosiasi, tetapi musuh harus tahu bahwa Iran jauh lebih serius dalam membela diri di medan perang.
(last modified 2026-05-18T08:10:04+00:00 )
May 18, 2026 15:09 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Penasihat Militer Pemimpin Revolusi Iran
    Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Penasihat Militer Pemimpin Revolusi Iran

Pars Today - Penasihat Militer Pemimpin Revolusi Iran menegaskan, "Rakyat Iran harus tahu bahwa Iran serius dalam negosiasi, tetapi musuh harus tahu bahwa Iran jauh lebih serius dalam membela diri di medan perang.

Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menyatakan bahwa serangan AS terhadap Iran adalah tindakan bodoh dan kriminal yang berdampak pada seluruh dunia, dari AS hingga Eropa hingga Asia Timur. Ia mengingatkan bahwa setiap perpanjangan blokade laut akan memperburuk dampak negatif pada ekonomi global.

Rezaei menjelaskan bahwa blokade dalam istilah militer berarti deklarasi perang. Gencatan senjata, menurutnya, bersifat sepihak dari pihak musuh, dan telah dilanggar dua kali, ketika AS mencoba melintasi Selat Hormuz. Oleh karena itu, Iran menganggap melawan blokade sebagai haknya. "Kesabaran Iran tidak berarti penerimaan," tegasnya.

Ia juga mengirim peringatan langsung ke angkatan laut AS, "Saya menyarankan angkatan laut AS untuk mundur sebelum Laut Oman menjadi kuburan bagi kapal-kapal mereka."

Lebih lanjut, Rezaei memperingatkan bahwa jika AS berusaha memblokade kapal dagang dan tanker, itu akan berdampak buruk bahkan bagi negara-negara pembeli minyak seperti Tiongkok yang pada akhirnya tidak akan mentolerir situasi ini. Menurutnya, blokade tersebut akan merugikan semua negara di dunia dan pasti akan gagal.

Rezaei juga mengkritik tajam UEA, "UEA telah melakukan kesalahan besar dengan berpihak pada rezim Zionis. Iran tidak menutup pintu persahabatan, tetapi mereka harus tahu bahwa kesabaran Iran ada batasnya."

Ia memperingatkan bahwa Netanyahu berusaha menyeret UEA ke dalam perang hanya untuk menunjukkan kepada Trump bahwa ia tidak sendirian dalam konflik terhadap Iran. "Jangan terperangkap dalam konspirasi rezim Zionis," pesannya.

Rezaei menambahkan bahwa Trump tidak memiliki legitimasi: baik secara hukum (ia tidak pernah mendapatkan otorisasi perang dari Kongres), secara politis, maupun di mata publik AS (mengacu pada berbagai jajak pendapat). Di tingkat internasional, katanya, Trump tidak memiliki dukungan, bahkan NATO dan sekutu tradisional AS enggan bekerja sama dengannya, dan resolusi anti-Iran mereka tidak akan disetujui.

Pesan Jenderal Rezaei jelas dan terstruktur:

Untuk rakyat Iran: Tenang, kami mengutamakan diplomasi.

Untuk AS: Jangan salah membaca kesabaran sebagai kelemahan.

Untuk UEA: Hati-hati, jangan dimanfaatkan Zionis.

Untuk dunia: Blokade ini akan merugikan semua orang, termasuk Tiongkok.

Iran telah menunjukkan bahwa mereka dapat bertahan dari serangan dan menahan blokade. Kini, giliran Washington dan sekutunya yang harus menghitung biaya—yang tampaknya semakin tinggi setiap hari.

Rezaei mengemas peringatan dengan rapi: 'Kesabaran Iran tidak berarti penerimaan.' Artinya: kami masih duduk di meja perundingan karena kami memilih untuk tidak pergi. Namun jika Anda mendorong kami terlalu jauh, kursi itu akan kami angkat dan kami akan menghantamkannya ke kepala Anda. Pertanyaannya bukan apakah Iran bisa menyerang. Namun apakah musuh mampu menahan konsekuensinya ketika Iran memutuskan untuk benar-benar bertindak.(Sail)