Reaksi Iran terhadap Kegagalan Jerman dalam Keanggotaan Dewan Keamanan: Kebijakan Pemerintah Berlin Tidak Bertanggung Jawab
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190964-reaksi_iran_terhadap_kegagalan_jerman_dalam_keanggotaan_dewan_keamanan_kebijakan_pemerintah_berlin_tidak_bertanggung_jawab
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam sebuah pesan, menilai kegagalan Jerman dalam menjadi anggota Dewan Keamanan PBB sebagai konsekuensi dari kebijakan tidak bertanggung jawab pemerintah negara itu terkait perkembangan di kawasan Asia Barat.
(last modified 2026-06-05T12:53:58+00:00 )
Jun 05, 2026 19:51 Asia/Jakarta
  • Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam sebuah pesan, menilai kegagalan Jerman dalam menjadi anggota Dewan Keamanan PBB sebagai konsekuensi dari kebijakan tidak bertanggung jawab pemerintah negara itu terkait perkembangan di kawasan Asia Barat.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada hari Jumat (5/6), dalam pesan di platform X sebagai respons terhadap kegagalan Jerman dalam memperoleh suara minimal yang diperlukan di Majelis Umum PBB untuk dipilih sebagai salah satu dari 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menulis: "Kegagalan Jerman untuk mendapatkan kursi Dewan Keamanan PBB, untuk pertama kalinya setelah beberapa dekade, adalah indikasi jelas dari protes masyarakat internasional terhadap pendekatan tidak bertanggung jawab dan munafik pemerintah negara itu mengenai genosida terhadap warga Palestina dan juga agresi militer rezim Zionis terhadap Iran."

 

Baghaei mengatakan: "Kita harus ingat bahwa Jerman adalah salah satu penjual senjata mematikan terbesar kepada rezim Zionis, membenarkan genosida terhadap warga Palestina, dan pada saat agresi militer rezim Zionis terhadap Iran, alih-alih berkomitmen pada norma-norma internasional dan mengutuk agresi ini, ia menggambarkannya sebagai 'pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua.' Negara ini bahkan diam terhadap kejahatan perang pembantaian 170 siswa di kota Minab oleh rudal-rudal Amerika."

 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mencatat: "Dunia sedang berubah, dan bangsa-bangsa menilai klaim dukungan terhadap hukum internasional dengan perilaku praktis pemerintah. Mengabaikan perkembangan ini akan membawa biaya diplomatiknya sendiri." (MF)