Dayung Iran Raih Perak & Perunggu di Kejuaraan Asia U-23 Kazakhstan; Total Koleksi 18 Medali
-
Taranom Akbarzadeh, atlet dayung Iran
Pars Today - Atlet dayung Iran terus menorehkan prestasi di Kejuaraan Dayung Asia U-23, Junior, dan Paracanoe. Pada sesi sore hari ketiga di Turkistan, Kazakhstan, tim dayung Iran berhasil menyabet satu medali perak dan satu perunggu.
Dilansir Pars Today, 7 Juni 2026, Taranom Akbarzadeh dan Maryam Aghaei turun di final K2 500 meter putri U-23. Mereka bersaing dengan wakil India, Thailand, Kazakhstan, Uzbekistan, Tionghoa Taipei, dan Vietnam. Dengan catatan waktu 2 menit 3,583 detik, duet Iran ini finish di posisi kedua, meraih medali perak. Kazakhstan keluar sebagai juara (emas), sementara Vietnam meraih perunggu.
Sementara itu di nomor K2 500 meter putra U-23, Abbas Hosseini dan Amirreza Barzegar tampil luar biasa. Mereka bertarung melawan wakil Hong Kong, Tionghoa Taipei, Thailand, Kirgistan, Kazakhstan, Singapura, India, dan Uzbekistan. Dengan catatan waktu 1 menit 44,018 detik, mereka finish di posisi ketiga dan membawa pulang medali perunggu. Kazakhstan (emas) dan Uzbekistan (perak) mengisi dua posisi teratas.
Tambahan 2 medali ini memperkuat koleksi Iran menjadi total 18 medali hingga akhir hari ketiga.
Kejuaraan ini akan berlanjut pada hari keempat, Senin (8/6), di Turkistan, Kazakhstan. Iran masih akan bertanding di tiga nomor final.
Sementara para diplomat dan jenderal sibuk beradu argumen di panggung politik, para atlet dayung muda Iran terus mengibarkan bendera Merah Putih di perairan Asia. 18 medali adalah bukti bahwa bakat dan kerja keras tidak pernah terkalahkan—bahkan oleh badai sanksi dan tekanan politik sekalipun.
Air yang tenang tak pernah berteriak. Namun, di atas perahu kano kecil, para pemuda Iran berbisik kepada dunia: 'Kami masih di sini, dan kami tidak akan pernah berhenti mendayung.'(Sail)