Tolak "Senjata Pangan", Iran Bawa Isu Kerja Sama Pertanian ke Panggung BRICS di India
-
Gholam Reza Nouri , Menteri Pertanian Republik Islam Iran
Pars Today - Menteri Pertanian Republik Islam Iran, dalam pertemuan penutup para menteri pertanian BRICS di India, menegaskan, "Ketahanan pangan harus dijamin sebagai hak fundamental bagi semua bangsa, sehingga tidak ada satu meja pun yang dibiarkan kosong."
Melansir IRNA, 13 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Gholam Reza Nouri , Menteri Pertanian Republik Islam Iran, dalam pidatonya pada pertemuan penutup para menteri pertanian negara-negara anggota BRICS di kota Indore, India, hari Sabtu (13/6), merujuk pada peran penting anggota organisasi ini dalam memastikan ketahanan pangan global dan mengatakan:
"BRICS, sebagai salah satu pemain terpenting dalam ekonomi global, memiliki kapasitas untuk memainkan peran yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan-tantangan baru terhadap ketahanan pangan."
Menteri Pertanian Iran, dengan menekankan perlunya memperkuat kerja sama multilateral dan mendukung akses yang adil bagi semua negara terhadap pangan dan faktor-faktor produksi (input pertanian), menambahkan:
"Tindakan apa pun yang membatasi akses negara-negara terhadap pangan, input pertanian, transportasi, layanan keuangan, dan perdagangan internasional akan mengganggu upaya global untuk memerangi kelaparan dan mencapai pembangunan berkelanjutan."
Usulan Iran untuk Membentuk Jaringan Input Pertanian BRICS
Menteri Pertanian Iran, dengan merinci kapasitas Iran di bidang produksi pertanian, sumber daya genetik, teknologi baru, dan pengembangan kerja sama regional, menyatakan:
"Iran mendukung inisiatif 'Jaringan Input Pertanian, Sumber Daya Genetik, dan Informasi BRICS (BRICS AGRIN)' dan menganggapnya sebagai langkah penting dalam meningkatkan ketahanan pangan negara-negara anggota."
Nouri menegaskan, "Republik Islam Iran mendukung pengembangan kerja sama pertanian, peningkatan investasi bersama, fasilitasi perdagangan, dan pemanfaatan kapasitas luas negara-negara anggota untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan."
Di tengah gempuran berita tentang rudal, perang, dan diplomasi tingkat tinggi, tiba-tiba Menteri Pertanian Iran muncul di panggung BRICS dengan membawa isu yang sangat membumi: ketahanan pangan.
Dan pilihan lokasinya tidak sembarangan: India — negara dengan populasi terbesar di dunia, yang juga sangat rentan terhadap guncangan pangan global. Dengan munculnya Iran di forum ini, ada pesan strategis yang disampaikan: "BRICS, inilah saatnya kita membangun ketahanan pangan bersama, tanpa bergantung pada blok Barat yang kerap menggunakan pangan sebagai senjata politik."
Inisiatif BRICS AGRIN adalah sebuah konsep untuk menciptakan "pooling" sumber daya pertanian bersama, dari pupuk, benih, teknologi, hingga data. Ini adalah respons cerdas terhadap sistem pangan global yang didominasi Barat (dan rawan sanksi).(Sail)