Dari "Serangan Kilat" ke "Pengakuan Telan Pil Pahit": Narasi Kemenangan Iran di Hari Peringatan Perang 12 Hari
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Today - Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dengan mengunggah pesan di media sosial X dalam rangka memperingati tahun lalu agresi militer rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap Iran (Juni 2025), menulis, "Tekad bangsa Iran telah mengubah mimpi musuh menjadi kekalahan."
Melansir IRNA, 14 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada hari Minggu (14/6), dalam rangka memperingati tahun pertama Perang 12 Hari di bulan Juni 2025, menulis dalam pesannya di media sosial X:
"Dengan mimpi (khayalan) kosong akan kemenangan, mereka (musuh) menggunakan pengingkaran janji sebagai gerbang untuk melancarkan serangan mendadak. Mereka menyerbu tanah air yang ketahanan dan tekadnya yang membaja dalam menggagalkan musuh-musuhnya telah masyhur sepanjang lembaran sejarah."
Dalam pesan tersebut dinyatakan, "Hari ini adalah peringatan dimulainya agresi militer oleh rezim Zionis dengan dukungan Amerika Serikat, sebuah serangan yang dibarengi dengan pengecutnya pembunuhan terhadap para pembela tanah air dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Namun pada akhirnya, tekad yang kokoh, perlawanan, dan pengorbanan bangsa Iran, mengubah mimpi musuh, yang kini mengakui: 'Kami telah melakukan semua yang bisa kami lakukan', menjadi kekalahan dan kehinaan. Dengan demikian, terukirlah sebuah teladan yang patut dicontoh tentang kewibawaan, ketahanan, dan pengejaran martabat dalam lembaran peristiwa zaman."
Unggahan Baghaei ini menarik karena tidak hanya merayakan "kemenangan", tetapi dengan sengaja mengutip pengakuan pihak musuh: "Kami telah melakukan semua yang bisa kami lakukan."(Sail)