Dari Hormuz ke Langit Iran: Panglima Pastikan Rudal & Radar Tetap dalam "Kesiapan Maksimal"
-
Brigjen Alireza Elhami, Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran
Pars Today - Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Iran mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kesiapan 100 persen dan mereka siap untuk menghadapi setiap skenario musuh.
Melansir IRNA, 22 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Brigjen Alireza Elhami, Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran, pada hari Selasa (22/6) dalam kunjungannya ke wilayah pertahanan udara barat laut Republik Islam Iran, mengatakan:
"Pertahanan udara Iran telah mencatat sejarah yang gemilang dalam Perang Ramadan (Perang Paksa Ketiga) untuk melindungi perbatasan Republik Islam Iran, dan ini adalah pengalaman abadi yang ditinggalkan oleh putra-putra pemberani dan pengorbanan dari pasukan pertahanan udara untuk generasi mendatang."
Komandan Markas Gabungan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya menegaskan, "Perang antara kebenaran dan kebatilan telah ada sejak awal sejarah dan akan terus ada. Rakyat yang terbangun dari Republik Islam Iran, dengan menyambut panggilan Pemimpin Revolusi Islam, berdiri melawan kezaliman dan para penindas, dan telah menciptakan epik-epik yang tak tertandingi di jalanan. Angkatan bersenjata Iran saat ini berada dalam kesiapan 100 persen, dan kami siap menghadapi setiap skenario musuh."
Brigjen Elhami melanjutkan, "Keberanian dan kegagahan yang ditunjukkan oleh staf pertahanan udara yang terhormat di angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan Garda Revolusi Islam di wilayah yang diberkati dan suci ini telah menjadi kebanggaan bagi semua pencari kebebasan. Saat ini, unit-unit operasional pertahanan udara di seluruh Iran masih berdiri kokoh untuk membela langit suci Republik Islam Iran. Keberanian dan semangat pengorbanan dari staf pertahanan udara ini menjadi sumber kekuatan bagi rakyat mulia Republik Islam Iran."
Pernyataan ini sengaja disampaikan oleh Komandan Pertahanan Udara Iran di tengah negosiasi Jenewa dan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon. Ini adalah pesan yang sangat jelas: Iran mungkin sedang bernegosiasi, tetapi mereka tidak menurunkan kewaspadaan militer mereka.
Sementara penggunaan bahasa "perang antara kebenaran dan kebatilan" oleh Elhami adalah narasi ideologis yang mengingatkan bahwa Iran melihat konflik ini bukan hanya sebagai perang politik atau ekonomi, tetapi sebagai perjuangan moral. Ini adalah cara untuk memotivasi pasukan dan rakyat, serta untuk menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah menyerah pada "kebatilan".(Sail)