Komando Garda Revolusi: Kami Akan Tuntut Balas Darah Pemimpin Syahid—Ini Bukan Sekadar Janji, Ini Kewajiban
-
Tasyi' Jenazah Pemimpin Syahid
Pars Today - Komando Pusat Korps Garda Revolusi Islam pada hari Jumat dalam sebuah pesan, seraya mengapresiasi kehadiran heroik rakyat dalam upacara pemakaman Pemimpin Revolusi: Tuntutan ini, sampai tercapainya keadilan sepenuhnya dan balasan yang setimpal bagi para penjahat, terutama militer pembunuh anak-anak AS, tidak akan hilang dari ingatan sejarah umat Islam dan front perlawanan.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Komando Pusat Korps Garda Revolusi Islam mengeluarkan pesan untuk memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada bangsa Iran yang mulia dan para penyelenggara upacara pemakaman Pemimpin Syahid Umat (semoga Allah menyucikan jiwanya yang suci). Teks pesan ini adalah sebagai berikut:
Epik besar perpisahan, pemakaman, dan pengantaran megah Pemimpin Syahid Umat adalah kebangkitan dari iman, pemberontakan dari kesetiaan, pembaruan ikrar dengan budaya Asyura, dan manifestasi dari tekad sebuah bangsa yang menunjukkan bahwa darah suci pemimpinnya bukanlah akhir jalan, melainkan awal dari babak baru kehormatan, ketahanan, dan kejayaan front kebenaran.
Kehadiran yang memukau dari berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya membuat mata dunia terpesona dan kagum pada keagungan kepemimpinan, kebijaksanaan, dan ketahanan bangsa Iran, tetapi juga merupakan manifestasi dari penolakan terhadap imperialisme oleh sebuah bangsa yang dididik dalam mazhab Asyura.
Epik besar ini adalah gema lantang dari teriakan tuntutan balas darah Pemimpin Syahid Umat; teriakan yang muncul dari kedalaman iman dan semangat keagamaan, mengguncang hegemoni palsu musuh-musuh Islam, revolusi, dan front perlawanan, dan sekali lagi membuktikan kebenaran bahwa kesyahidan bukanlah akhir jalan para pejuang, melainkan awal dari babak baru kehormatan, kewibawaan, dan kejayaan front kebenaran.
Pemakaman dan perpisahan penuh cinta dari puluhan juta rakyat Iran dan Irak adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, yang sekali lagi mengungkap kebenaran cemerlang dan menunjukkan puncak cinta antara kepemimpinan dan rakyat kepada dunia. Peristiwa yang dengan jelas menunjukkan perbedaan antara pemerintahan Islam berdasarkan metode Amirul Mukminin (as) dengan mazhab-mazhab pemerintahan lainnya. Wilayah al-Faqih berarti setelah 47 tahun memerintah, diiringi oleh lautan air mata bangsanya sendiri. Wilayah al-Faqih berarti setelah 47 tahun memerintah, tidak memiliki sejengkal tanah pun dari negerinya yang luas, namun sebaliknya memiliki miliaran dolar hati rakyatnya. Dan dalam peristiwa besar ini terkandung pelajaran-pelajaran besar yang harus digali oleh para pemikir selama bertahun-tahun dan menjadi pencerah jalan.
Korps Garda Revolusi Islam, dengan penuh rasa terima kasih dan penghargaan, dengan tulus menyampaikan rasa terima kasih dan hormatnya kepada bangsa besar, visioner, tangguh, dan senantiasa hadir di medan Iran Islam, para pejabat, pemimpin, dan penyelenggara yang dengan perencanaan yang cermat, manajemen yang cerdas, kebijaksanaan yang baik, semangat jihad, dan upaya siang-malam, telah menyediakan landasan bagi penyelenggaraan yang megah, teratur, aman, dan bermartabat dari upacara perpisahan, pemakaman, dan penguburan Pemimpin Syahid Umat.
Bangsa yang dengan kehadiran yang menghancurkan musuh, menyampaikan pesan persatuan, kehormatan, ketahanan, dan kesetiaan mereka terhadap cita-cita Islam, revolusi, dan darah suci para syuhada ke telinga dunia, dan menunjukkan bahwa tidak ada ancaman, kejahatan, dan konspirasi yang akan menggoyahkan tekad bangsa-bangsa ini dalam membela Islam, Iran, dan front perlawanan. Tanpa keraguan, pelayanan besar ini akan tercatat sebagai salah satu khazanah berharga perjuangan di jalan Tuhan dan pelayanan kepada Islam dan Revolusi Islam.
Kami juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada para pejabat, pemimpin, dan bangsa Irak yang bersaudara, beriman, pejuang, dan setia, yang dengan kehadiran yang luas, penuh semangat, heroik, dan bersejarah dalam upacara-upacara pemakaman Pemimpin Syahid Umat di kota-kota suci Najaf al-Ashraf dan Karbala al-Mu'alla, sekali lagi menggambarkan ikatan tak terputuskan antara dua bangsa Muslim Iran dan Irak serta persatuan front perlawanan di hadapan mata dunia.
Kehadiran megah ini adalah pembaruan ikrar dengan jalan Imam Syahid yang berjuang, deklarasi kesetiaan terhadap cita-cita umat Islam, dan manifestasi persatuan umat yang selama bertahun-tahun berdiri berdampingan, dengan tulus dan bersaudara di bawah panji merah Husaini, menghadapi front kekufuran dan imperialisme dengan kokoh dan teguh seperti gunung. Darah suci Pemimpin Syahid Umat telah menjadi mata air yang memancarkan kesadaran, kehormatan, kewibawaan, dan solidaritas umat Islam, dan akan memperkuat tekad bangsa-bangsa merdeka untuk melanjutkan jalan bercahaya ini, dan akan mendekatkan musuh-musuh pada masa depan yang penuh kekalahan, isolasi, dan penyesalan.
Para penjahat utama Amerika dan semua musuh Revolusi Islam serta front perlawanan harus tahu bahwa dengan pembunuhan keji terhadap pemimpin Ilahi ini, mereka tidak akan pernah mampu memadamkan cahaya Ilahi, melemahkan tekad bangsa-bangsa beriman, atau menjatuhkan panji perlawanan ke tanah. Darah suci Pemimpin Syahid Umat telah meletakkan janji abadi di pundak semua orang merdeka di dunia, dan tuntutan balas darah para syuhada serta hukuman bagi para pelaku, pengatur, dan pendukung kejahatan ini akan tetap menjadi tuntutan yang pasti, sah, dan tak terlupakan. Tuntutan ini, sampai tercapainya keadilan sepenuhnya dan balasan yang setimpal bagi para penjahat, terutama militer pembunuh anak-anak AS, tidak akan hilang dari ingatan sejarah umat Islam dan front perlawanan.
Korps Garda Revolusi Islam, bersama dengan angkatan bersenjata pahlawan lainnya dan para pejuang front perlawanan, dengan bertawakal kepada Allah Yang Maha Kuasa, di bawah komando Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Yang Mulia Ayatullah Imam Sayyid Mujtaba Khamenei (semoga naungannya tetap abadi), di samping bangsa besar dan terbangun Iran dan semua pejuang front perlawanan, dengan kewibawaan, kesiapan, kewaspadaan, dan tekad yang kuat, akan melanjutkan jalan penuh kehormatan Pemimpin Syahid Umat.
Tanpa keraguan, darah suci pemimpin yang dicintai adalah modal abadi bagi kebangkitan bangsa-bangsa dan kelanjutan jalan kehormatan, kemerdekaan, dan kebebasan. Jalan yang telah diterangi dengan pengorbanan darah suci para syuhada dan akan terus berlanjut dengan iman bangsa-bangsa merdeka dan komitmen terhadap cita-cita Ilahi, dan tidak ada kekuatan yang akan mampu menghentikan jalan ini. Masa depan adalah milik front kebenaran, dan janji Ilahi tentang pertolongan kepada orang-orang beriman dan kekalahan para imperialis adalah kebenaran yang tak terbantahkan.
Komando Utama Korps Garda Revolusi Islam