Jubir Angkatan Bersenjata Iran: Iran Tidak akan Mundur Sedikit Pun Terkait Selat Hormuz
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan mundur sedikit pun terkait Selat Hormuz dan menyatakan bahwa satu-satunya jalan untuk membuka kembali selat tersebut adalah penghormatan terhadap hak-hak bangsa Iran serta kepatuhan Amerika Serikat terhadap ketentuan dalam kesepahaman pengakhiran perang antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan:
"Musuh, melalui pembunuhan terhadap pemimpin syahid Revolusi Islam dan sejumlah pejabat Iran lainnya, bermaksud menghancurkan sistem pemerintahan. Namun, kehadiran rakyat Iran di berbagai aksi menunjukkan kesetiaan mereka terhadap jalan yang ditempuh para pemimpin Revolusi Islam. Keteguhan dan perlawanan rakyat tersebut telah menggagalkan rencana jahat musuh."
Akraminia juga menyinggung slogan dan tuntutan masyarakat mengenai "perlunya membalas para agresor", dengan mengatakan:
"Penegasan rakyat Iran menunjukkan bahwa seluruh pejabat, rakyat, dan para pejuang kemerdekaan di dunia berkewajiban menuntut balas atas darah para syuhada, khususnya pemimpin syahid Revolusi Islam. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran juga menganggap dirinya berkewajiban menuntut balas atas darah para syuhada dari pihak musuh."
Dalam bagian lain pernyataannya, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa:
"Amerika Serikat sebenarnya telah menerima pengaturan Iran mengenai Selat Hormuz dalam kesepahaman pengakhiran perang. Namun, dengan bersikap tidak jujur, mereka berupaya menciptakan jalur alternatif. Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dengan tegas menghadapi pelanggaran komitmen tersebut dan menyatakan bahwa setiap tindakan di Selat Hormuz di luar pengaturan yang telah disepakati dalam kesepahaman akan mendapat respons tegas dari Iran."
Akraminia menegaskan bahwa menghormati hak-hak bangsa Iran merupakan satu-satunya cara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia menambahkan:
"Presiden Amerika Serikat yang agresif dan korup harus belajar menghormati aturan dan hukum internasional serta hak-hak bangsa lain. Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, Selat Hormuz tidak akan pernah dibuka kembali melalui perang, tindakan permusuhan, ataupun agresi Amerika Serikat. Satu-satunya jalan untuk membuka kembali Selat Hormuz adalah dengan menghormati hak-hak bangsa Iran dan mematuhi ketentuan dalam kesepahaman pengakhiran perang antara Iran dan Amerika Serikat."