Ghalibaf: Iran Kuat Bukan Mimpi—Kuncinya Persatuan di Bawah Rahbar, Bukan Kekuasaan yang Terpecah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194190-ghalibaf_iran_kuat_bukan_mimpi_kuncinya_persatuan_di_bawah_rahbar_bukan_kekuasaan_yang_terpecah
Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran menekankan: Jika kita ingin memiliki Iran yang kuat, kita harus memulainya dari titik ini.
(last modified 2026-08-01T13:25:32+00:00 )
Aug 01, 2026 20:23 Asia/Jakarta
  • Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf

Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran menekankan: Jika kita ingin memiliki Iran yang kuat, kita harus memulainya dari titik ini.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, seraya menekankan perlunya fokus pada masalah "Iran yang kuat", mengatakan: "Saat ini, masalah utamanya adalah memperkuat Iran, dan kami merasakan hal ini lebih dari sebelumnya. Jika kita melihat empat atau lima tahun terakhir, yaitu sejak setelah syahidnya Syahid Soleimani, kita melihat bahwa Imam Syahid kami selalu menekankan masalah 'Iran yang kuat'."

 

Ia melanjutkan: "Pada langkah kedua Revolusi, di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, kita harus fokus pada penguatan. Salah satu syarat untuk penguatan ini adalah persatuan di sekitar poros kepemimpinan (Wilayah). Kami, sebagai pejabat, pertama-tama harus menciptakan ruang gerak yang luas bagi Wilayah al-Faqih. Jika kita ingin memiliki Iran yang kuat, kita harus memulainya dari sini; sehingga setiap individu Iran menjadi kuat, keluarga-keluarga Iran menjadi kuat, bangsa kita menjadi kuat, dan pada akhirnya Revolusi Islam dan Iran yang kita cintai menjadi kuat."

 

Kita Harus Memantapkan Kemenangan Kita dalam Perang

 

Dengan merujuk pada perang terakhir, ia menyatakan: "Kemenangan dalam perang harus dimantapkan, hal ini tentu memerlukan agar negara memiliki harapan akan masa depan, pandangan masa depan yang cerah, dan integritas serta persatuan terbentuk dan dipertahankan."

 

Ia menganggap medan-medan militer, diplomasi, pelayanan, dan jalanan sebagai saling melengkapi, dan menambahkan: "Keempat bidang ini harus bekerja bersama dan secara seimbang." (MF)