Presiden Iran: Dengan Teknologi Baru, Iran Bisa Lepas dari Ketergantungan Minyak dan Sanksi
-
Presiden Masoud Pezeshkian
Pars Today - Presiden Iran, dalam upacara peringatan pembentukan Lembaga Jihad Akademik, mengatakan: Jika kita berinvestasi di bidang teknologi-teknologi baru, kita tidak akan lagi bergantung pada minyak dan gas, dan musuh-musuh juga tidak akan dapat memberlakukan sanksi terhadap kita.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Mehr, Masoud Pezeshkian pada hari Minggu dalam upacara peringatan 46 tahun pembentukan Lembaga Jihad Akademik, seraya mengenang Imam Khomeini (ra), Pemimpin Syahid Revolusi, para syuhada berharga perang, dan semua syuhada di jalan kehormatan dan keamanan Iran Islam, termasuk Syahid Ali Larijani, menekankan: "Semua syuhada ini mengorbankan nyawa mereka yang berharga di jalan meninggikan nama dan keagungan Iran."
Presiden Iran dalam pertemuan ini, merujuk pada rencana-rencana jahat musuh dalam pembunuhan para ilmuwan dan tokoh-tokoh terkemuka, serta penargetan pusat-pusat ilmiah dan penelitian Iran, mengatakan: "Musuh tahu siapa yang mereka bunuh. Mereka membunuh orang-orang yang menjadi pemecah masalah dan penyelesai masalah-masalah serta kesulitan masyarakat kita, bukan mereka yang tenggelam dalam diri sendiri dan terperangkap dalam ego dan keegoisan mereka sendiri. Mereka menargetkan pusat-pusat ilmiah kita karena mereka menentang kemampuan Iran."
Pezeshkian, dengan menekankan bahwa untuk menjaga Iran kita membutuhkan lebih banyak persatuan dan kohesi, mengatakan: "Kita harus melangkah dalam kerangka kebijakan-kebijakan Pemimpin Tertinggi Revolusi dan berupaya untuk membuka jalan pertumbuhan dan pembangunan negara. Kita harus berupaya menjauhkan perang dan bayangannya dari negara, karena dalam kondisi ini kita tidak dapat memikirkan pertumbuhan dan kemajuan Iran Islam."
Di akhir upacara peringatan 46 tahun pembentukan Lembaga Jihad Akademik, Presiden memberikan "Penghargaan Nasional Lembaga Jihad Akademik" kepada keluarga Syahid Ali Larijani. (MF)