Jubir IRGC: Perang Ramadhan Bongkar Kerentanan AS—Iran Kembalikan Biaya Perang ke Washington!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194760-jubir_irgc_perang_ramadhan_bongkar_kerentanan_as_iran_kembalikan_biaya_perang_ke_washington!
Pars Today - Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam mengatakan: Perang Ramadhan mengungkap kerentanan strategis AS dan dampak kekuatan Republik Islam terhadap persamaan-persamaan militer, ekonomi, dan politik.
(last modified 2026-08-11T12:56:22+00:00 )
Aug 11, 2026 19:54 Asia/Jakarta
  • Jenderal Hossein Mohebbi
    Jenderal Hossein Mohebbi

Pars Today - Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam mengatakan: Perang Ramadhan mengungkap kerentanan strategis AS dan dampak kekuatan Republik Islam terhadap persamaan-persamaan militer, ekonomi, dan politik.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Jenderal Hossein Mohebbi, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam, pada hari Selasa dalam pidatonya menyatakan: "AS dalam banyak perangnya telah berupaya mendefinisikan biaya perang di luar negaranya, dan berbagai negara terlibat dalam perang tanpa wilayah AS terluka, tetapi dalam Perang Ramadhan, kerusakan ini kembali ke AS sendiri."

 

Ia menambahkan: "Kekuatan ini adalah hasil dari kekuatan Pasukan Quds Republik Islam, angkatan bersenjata, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mampu mengembalikan biaya perang kepada pihak lawan."

 

Mohebbi mengatakan: "AS di tengah perang mengancam bahwa jika Iran tidak menyerah, mereka akan menargetkan semua infrastruktur negara. Pesan Republik Islam adalah bahwa dalam menghadapi ancaman, ada ancaman timbal balik, dan jika AS melaksanakan ancamannya, Iran juga akan melaksanakan ancamannya."

 

Ia menganggap erosi persenjataan AS sebagai salah satu konsekuensi lain dari Perang Ramadhan, dan mengatakan: "Saat ini, senjata-senjata strategis AS yang sangat dibutuhkan oleh negara ini, mengalami erosi dan penurunan signifikan, dan penggantiannya juga tidak mungkin dalam waktu dekat."

 

Juru Bicara IRGC menambahkan: "Doktrin AS didasarkan pada pertempuran simultan di beberapa front, dan pengurangan persenjataan bagi negara ini di jantung Samudra Pasifik, dalam menghadapi Rusia dan Tiongkok, serta di front-front yang dianggap AS sebagai ancaman, adalah ancaman besar." (MF)