Kemlu Iran: Ambisi Kolonial Zionis Tak Bisa Ubah Fakta; Golan Milik Suriah, Palestina Milik Rakyatnya
-
Kemlu Iran
ParsToday - Kementerian Luar Negeri Iran, dengan mengutuk retorika Perdana Menteri rezim Zionis tentang kepemilikan abadi Dataran Tinggi Golan Suriah oleh rezim tersebut dan penolakannya terhadap negara Palestina yang merdeka, menekankan bahwa ambisi kolonial dari sebuah entitas perampas dan penjajah tidak dapat mengubah realitas hukum dan sejarah.
Menurut laporan ParsToday yang dikutip dari Kantor Berita IRIB, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran pada hari Kamis (13/8) dalam sebuah pernyataan mengenai kelanjutan kejahatan ekspansionis rezim Zionis, menyatakan: Pada dasarnya, pemimpin geng kriminal dan mafia yang menguasai tanah Palestina yang diduduki tidak berada dalam posisi untuk berkomentar tentang pembentukan negara Palestina yang merdeka, karena tanah Palestina milik rakyat Palestina, dan ilusi rasis rezim genosida Zionis tidak dapat mengubah realitas ini.
Dalam pernyataan ini selanjutnya disebutkan: Dataran Tinggi Golan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanah Suriah, dan ambisi kolonial dari sebuah entitas perampas dan penjajah tidak dapat mengubah realitas hukum dan sejarahnya.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menilai tindakan terbaru pemerintah Kolombia dalam mengakui kedaulatan rezim Zionis atas wilayah pendudukan Golan sebagai tindakan yang sepenuhnya ditolak dan dikutuk, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip fundamental Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional mengenai penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara.
Dalam pernyataan ini ditegaskan: Tindakan semacam itu juga bertentangan dengan prinsip hukum internasional yang diakui mengenai larangan pengakuan atas akibat-akibat dari tindakan-tindakan ilegal, dan menimbulkan tanggung jawab internasional bagi pemerintah Kolombia.
Kementerian Luar Negeri Iran selanjutnya menekankan: Masalah Palestina tetap menjadi isu kemanusiaan dan moral terpenting di dunia kontemporer, yang dimulai sejak tahun 1948 dengan pembentukan entitas palsu di tanah bersejarah Palestina dan dengan perluasan kanker yang menyebabkannya, telah membuat seluruh kawasan dan dunia menjadi tidak aman.
Dalam pernyataan ini disebutkan: Tanpa keraguan, dukungan penuh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Kanada terhadap rezim genosida Zionis adalah faktor utama impunitasnya dan menyebabkan kelanjutan serta eskalasi ekspansionisme dan kejahatannya di kawasan.
Kementerian Luar Negeri di akhir, dengan menegaskan kembali posisi prinsipilnya dalam mendukung perjuangan sah rakyat Palestina untuk membebaskan tanah mereka dari pendudukan, kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka, terwujudnya hak menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan ibu kota Al-Quds Al-Sharif, dengan tegas mengutuk segala upaya untuk menyederhanakan dan meminggirkan masalah Palestina. (MF)