Peneliti Iran: Warna-Warna Cerah Bisa Ciptakan Identitas dan Koneksi Sosial
-
Kota dengan warna-warna cerah
Pars Today - Dalam penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti Iran, peran warna-warna jenuh dalam desain ruang kota kontemporer telah diteliti dari perspektif visual, sosial, dan identitas, sebuah topik yang kini semakin penting dalam arsitektur perkotaan, grafis lingkungan, dan pengalaman sehari-hari warga kota.
Melaporkan dari ISNA, Selasa, 25 Agustus 2026, warna di kota bukan hanya elemen dekoratif; ia dapat memengaruhi cara orang melihat, merasakan, dan bahkan menggunakan ruang publik. Saat seseorang berada di jalan, alun-alun, taman, atau lorong kota, sebelum secara sadar menganalisis banyak detail, ia dihadapkan pada gambaran keseluruhan lingkungan, dan warna adalah salah satu bagian terpenting dari gambaran itu. Karena itu, warna dapat membantu membuat ruang lebih mudah dibaca, membedakan berbagai bagian kota, dan bahkan menciptakan perasaan akrab dan memiliki.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan warna-warna jenuh, yaitu warna dengan intensitas dan kemurnian tinggi yang sangat menarik perhatian, telah meningkat dalam desain ruang kota. Warna-warna ini, karena kilau dan kekuatan visualnya, dapat menyampaikan pesan visual lebih cepat dan menghilangkan monoton dari lingkungan.
Pentingnya topik ini semakin besar karena kota-kota saat ini bukan hanya tempat lalu lintas, tetapi juga merupakan wadah untuk interaksi sosial, pengalaman budaya, dan pembentukan identitas kolektif. Warna-warna jenuh dalam ruang seperti itu dapat berkontribusi pada branding perkotaan, revitalisasi ruang-ruang yang kumuh, tampilan keragaman budaya, dan penguatan interaksi sosial. Namun, penggunaan warna-warna ini tidak selalu membuahkan hasil positif.
Jika konteks budaya, sejarah, dan iklim setiap tempat tidak diperhatikan, hasilnya dapat berupa kekacauan visual, ketidakselarasan dengan tekstur kota, atau hilangnya identitas lokal. Karena itu, studi ilmiah tentang fenomena ini diperlukan untuk memperjelas dalam kondisi apa warna-warna ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan dalam situasi apa mereka dapat menjadi faktor yang mengganggu. Kebutuhan ini terutama dirasakan di kota-kota kontemporer yang menghadapi persaingan visual, pertumbuhan media sosial, dan perubahan selera visual.
Dalam sebuah penelitian dengan fokus yang sama, Hamidreza Sheibani, peneliti utama di Departemen Perencanaan Kota, Fakultas Seni dan Arsitektur, Universitas Shiraz, bersama dengan seorang kolega universitas dan dengan kolaborasi Universitas Ilmu Pengetahuan dan Seni Yazd, meneliti peran warna-warna intens dan murni dalam desain ruang kota saat ini dan berupaya menunjukkan bagaimana warna-warna ini, dalam grafis lingkungan dan arsitektur perkotaan, dapat memengaruhi identitas, persepsi, dan interaksi sosial melampaui keindahan visual.
Metode penelitian ini adalah tinjauan pustaka berdasarkan pendekatan deskriptif-analitis. Secara sederhana, para peneliti, alih-alih melakukan eksperimen langsung, meninjau dan menganalisis serangkaian sumber pustaka, dokumen terkait, dan studi kasus yang dipilih.
Dalam metode ini, para peneliti pertama-tama meninjau perspektif yang ada tentang warna dan perannya dalam ruang kota, kemudian mengumpulkan contoh-contoh proyek perkotaan yang menggunakan warna-warna jenuh, dan menganalisis kekuatan, keterbatasan, dan konsekuensinya. Metode ini memungkinkan para peneliti untuk memperoleh gambaran umum dan koheren tentang penggunaan warna-warna ini di kota-kota kontemporer, dan berdasarkan itu, memberikan saran untuk penggunaan warna yang lebih baik dan lebih terarah dalam desain perkotaan.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa warna-warna jenuh, karena kekuatan visualnya yang tinggi dan kemampuannya untuk menciptakan hubungan emosional dan simbolis, dapat mengubah ruang publik dari lingkungan yang statis dan tidak bernyawa menjadi ruang yang lebih aktif, bermakna, dan partisipatif.
Berdasarkan temuan ini, warna-warna ini tidak hanya membuat lingkungan lebih menarik, tetapi juga dapat meningkatkan keterbacaan ruang, artinya orang dapat lebih mudah membedakan berbagai elemen lingkungan dan membangun hubungan yang lebih jelas dengan ruang. Warna-warna ini juga memainkan peran penting dalam pembentukan identitas lokal dan penguatan rasa memiliki warga terhadap tempat.
Hasil penelitian, yang diterbitkan dalam "Jurnal Studi Dunia Warna", yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Warna dan Asosiasi Ilmiah Warna Iran, juga menunjukkan bahwa kemunculan warna-warna ini di lingkungan perkotaan harus dilihat sebagai respons terhadap kebutuhan sosial dan budaya saat ini. Faktanya, warna-warna jenuh dapat efektif dalam merevitalisasi ruang-ruang yang kumuh, memperkuat kehadiran sosial, dan merespons beberapa kebutuhan komunikasi dan estetika kota-kota kontemporer.
Pada saat yang sama, penelitian ini menekankan bahwa penggunaan warna-warna ini yang berhasil memerlukan perhatian simultan pada kondisi sosial, budaya, iklim, dan teknologi. Dengan kata lain, warna-warna intens akan efektif ketika mereka selaras dengan konteks setiap tempat dan tidak hanya digunakan sebagai elemen dekoratif sementara.
Menurut informasi yang disajikan dalam penelitian ini, contoh-contoh global dan domestik yang sukses telah mengungkapkan potensi tinggi warna-warna ini dalam mendefinisikan ulang ruang kota. Penelitian ini menyebutkan contoh-contoh seperti Superkilen di Kopenhagen, Lapangan Bola Basket Pigalle di Paris, dan Jalan Pink di Lisbon, di samping contoh-contoh domestik seperti Koocheh Omidi (Lorong Harapan) di Tehran dan pertunjukan seni visual dan pertunjukan "Ab-e Bi-Abi" di Shiraz.
Meninjau contoh-contoh ini menunjukkan bahwa warna-warna jenuh, bahkan dengan perubahan fisik minimal, dapat memiliki efek signifikan pada pengalaman orang terhadap ruang. Yang dimaksud dengan intervensi fisik adalah perubahan fisik di lingkungan, seperti konstruksi atau perubahan bentuk elemen kota; sementara terkadang hanya dengan penggunaan warna yang cerdas, kualitas persepsi lingkungan dapat diubah secara dramatis.
Penelitian ini juga menekankan bahwa warna dapat menjadi bahasa visual, sebuah bahasa yang menyampaikan pesan budaya, sosial, dan bahkan protes. Di sisi lain, kemajuan dalam material tahan lama, pigmen stabil, dan alat digital telah memungkinkan penggunaan warna-warna ini secara lebih tepat dan tahan lama dalam berbagai kondisi. Karena itu, para peneliti merekomendasikan agar para pembuat kebijakan, perancang kota, dan seniman lingkungan tidak memandang warna-warna jenuh hanya sebagai alat dekoratif, tetapi menganggapnya sebagai alat strategis dalam desain perkotaan, terutama di kawasan bersejarah dan kumuh, di mana warna dapat membantu menghidupkan kembali identitas tempat, meningkatkan rasa memiliki, dan memperkuat kehidupan sosial.
Pandangan ini mengubah warna dari pilihan estetika menjadi bagian dari perencanaan sadar untuk membangun kota yang lebih hidup, lebih manusiawi, dan lebih bermakna.
"Penelitian oleh para peneliti Iran mengeksplorasi peran warna-warna jenuh (warna dengan intensitas dan kemurnian tinggi) dalam desain ruang kota kontemporer. Warna-warna ini dapat meningkatkan keterbacaan ruang, menciptakan identitas lokal, memperkuat rasa memiliki, dan mengubah ruang publik yang statis menjadi lebih hidup dan partisipatif. Contoh sukses global (Superkilen, Pigalle, Jalan Pink) dan domestik (Koocheh Omidi, Ab-e Bi-Abi) menunjukkan bahwa perubahan warna yang minimal sekalipun dapat secara dramatis mengubah pengalaman orang terhadap ruang. Namun, penggunaan yang berhasil memerlukan perhatian pada konteks budaya, sejarah, iklim, dan sosial, bukan sekadar penggunaan dekoratif. Penelitian ini menekankan bahwa warna adalah bahasa visual yang strategis untuk revitalisasi perkotaan dan pembangunan kota yang lebih manusiawi."(Sail)