Baghaei: AS Targetkan Sekolah dan Pernikahan, Iran Hanya Bidik Pangkalan Militer—Ini Perbedaan Peradaban!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i196216-baghaei_as_targetkan_sekolah_dan_pernikahan_iran_hanya_bidik_pangkalan_militer_ini_perbedaan_peradaban!
Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: Berbeda dengan AS yang telah menjadikan serangan terhadap sasaran-sasaran sipil sebagai pola tetap perang-perang ilegalnya, serangan-serangan defensif Iran semata-mata ditujukan terhadap sasaran-sasaran militer.
(last modified 2026-09-04T06:41:17+00:00 )
Sep 04, 2026 15:39 Asia/Jakarta
  • Esmail Baghaei
    Esmail Baghaei

Pars Today - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: Berbeda dengan AS yang telah menjadikan serangan terhadap sasaran-sasaran sipil sebagai pola tetap perang-perang ilegalnya, serangan-serangan defensif Iran semata-mata ditujukan terhadap sasaran-sasaran militer.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam sebuah pesan dengan merujuk pada dokumen yang didaftarkan di Qatar di Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU) yang di dalamnya ditekankan bahwa serangan-serangan defensif Iran hanya ditujukan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS, menulis: "Pemerintah Qatar dalam sebuah dokumen resmi yang diajukan kepada ITU, telah mengkonfirmasi bahwa serangan-serangan defensif Iran terhadap pasukan-pasukan AS yang ditempatkan di wilayah Qatar semata-mata 'ditujukan terhadap fasilitas-fasilitas militer AS dan tidak ada area sipil yang menjadi sasaran.'"

 

Ia menambahkan: "Satu-satunya pengecualian yang diklaim oleh Qatar adalah serangan terhadap sebuah fasilitas gas pada 18 Maret. Tetapi dalam kasus ini juga, kita harus mempertimbangkan bahwa fasilitas tersebut pada saat itu melayani operasi-operasi agresif AS terhadap Iran."

 

Baghaei mengatakan: "Bandingkan fakta ini, yaitu ketelitian dan kehati-hatian Iran dalam menentukan sasaran yang diserang, dengan kinerja AS dalam serangan-serangan berulang terhadap warga sipil dan sasaran-sasaran sipil: sekolah, rumah sakit, area pemukiman, pesta pernikahan, jembatan, dan lain-lain."

 

Ia menekankan: "Ada perbedaan besar antara bangsa yang beradab yang telah mempelajari pentingnya kepatuhan pada prinsip-prinsip moral dan kemanusiaan—bahkan dalam kondisi yang paling sulit—dan para penguasa perang agresi yang dalam pamer kekuasaan mereka, tidak mematuhi prinsip hukum atau aturan moral apa pun." (MF)