Keluarga Tawanan Israel Protes Rencana Pendudukan Gaza dan Skandal Mata-mata Microsoft
-
Aksi protes di Tel Aviv
Pars Today - Keluarga tawanan Israel berkumpul di depan rumah Menteri Perang Israel Israel Katz di kota Kfar Achim dengan menyerukan diakhirinya perang Gaza dan kembalinya tawanan Israel.
Sejumlah keluarga tawanan Israel yang ditahan di Gaza berkumpul pada Jumat malam di depan rumah Menteri Perang Israel, Israel Katz, di kota Kfar Achim (selatan Palestina yang diduduki) dan menuntut diakhirinya perang dan pemulangan tawanan Israel.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, keluarga para tawanan Israel meneriakkan slogan-slogan menentang kabinet Benjamin Netanyahu dan mengkritik ketidakpedulian Perdana Menteri Israel terhadap nasib para tawanan.
Keluarga tawanan Zionis serukan demonstrasi dan mogok
Demonstrasi ini terjadi ketika keluarga tawanan rezim Zionis mengajak berbagai lapisan masyarakat di Wilayah Pendudukan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran pada hari Sabtu di Tel Aviv dan Quds yang diduduki. Protes ini, yang direncanakan menjelang pemogokan nasional pada hari Minggu, akan digelar dengan slogan "Diam Hari Ini = Kehancuran Esok Hari". Penyelenggara telah berjanji untuk menggelar puluhan pawai serentak di berbagai kota.
Pendudukan cepat Gaza sedang berlangsung
Sementara itu, jaringan media Israel, Kan, melaporkan bahwa tentara rezim Zionis sedang merencanakan operasi cepat di Gaza. Media Israel ini mengumumkan, Para pejabat politik telah meminta tentara untuk menyiapkan rencana pendudukan cepat Jalur Gaza.
Menurut laporan ini, rencana dan proposal terkait hal ini akan ditinjau pada Sabtu malam, dan pada hari Minggu. Eyal Zamir, Kepala Staf Militer Israel, akan pergi ke Tepi Barat selatan untuk menyetujui rencana yang telah disiapkan untuk pendudukan Jalur Gaza.
Pembentukan negara Palestina; kemenangan bagi Hamas
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan media Amerika, Newsmax, Amir Ohana, Ketua Knesset (Parlemen) Israel, menggambarkan pernyataan beberapa pemimpin Barat tentang pengakuan negara Palestina sebagai kemenangan besar bagi Hamas.
Dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Ohana mengatakan, Jika Anda ingin membentuk negara Palestina, dirikanlah di London atau Paris.
Macron berencana mengumumkan keputusannya untuk secara resmi mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September.
Inggris, Australia, Kanada, Finlandia, Selandia Baru, Portugal, Andorra, Malta, San Marino, dan Luksemburg, antara lain negara-negara yang bergabung dengan inisiatif Prancis dalam sebuah pernyataan bersama.
Menggunakan Microsoft untuk memata-matai
The Guardian melaporkan bahwa Microsoft telah meluncurkan penyelidikan mendesak atas tuduhan bahwa rezim Israel telah menggunakan teknologi perusahaannya untuk memantau warga Palestina.
Investigasi tersebut menyelidiki penggunaan platform Microsoft oleh unit intelijen 8200 tentara Israel untuk menyimpan percakapan warga Palestina. Microsoft juga menyatakan keprihatinannya atas laporan bahwa badan intelijen Israel telah menggunakan percakapan yang direkam di platform perusahaan tersebut untuk mengidentifikasi dan mengebom target di Gaza.
Pejabat Israel: Netanyahu pengecut
Aharon Haliva, mantan Kepala Intelijen Militer Israel menekankan dalam sebuah pidato, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada dasarnya pengecut!
Haliva juga menyerang mantan kepala Staf Militer Israel dan berkata, Herzi Halevi memiliki gangguan paranoid.
Haliva menganggap kekalahan 7 Oktober merupakan hasil dari ketidakmampuan Netanyahu selama bertahun-tahun dan menekankan, Bencana ini tidak terjadi dalam semalam, kami mengabaikan tanda-tandanya selama bertahun-tahun.(sl)