Perlombaan Senjata Negara-negara Arab; dari Kompetisi Militer hingga Upaya Produksi Dalam Negeri
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i177598-perlombaan_senjata_negara_negara_arab_dari_kompetisi_militer_hingga_upaya_produksi_dalam_negeri
Pars Today – Menyusul eskalasi tensi regional dan berlanjutnya koflik di kawasan Asia Barat, negara-negara Arab memasuki fase perlombaan senjata yang mahal.
(last modified 2025-09-30T12:09:10+00:00 )
Sep 30, 2025 19:04 Asia/Jakarta
  • Perlombaan Senjata Negara-negara Arab; dari Kompetisi Militer hingga Upaya Produksi Dalam Negeri

Pars Today – Menyusul eskalasi tensi regional dan berlanjutnya koflik di kawasan Asia Barat, negara-negara Arab memasuki fase perlombaan senjata yang mahal.

Menurut laporan internasional terbaru, negara-negara Arab di kawasan Asia Barat bukan saja menjadi importir besar senjata dengan meningkatkan anggaran militernya, bahkan mengambil langkah panjang ke arah produksi peralatan militer.

 

Seperti dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), negara-negara Arab menempati peringkat tinggi dalam daftar impor senjata global. Empat negara, Arab Saudi, Aljazair, Kuwait, dan Irak, termasuk di antara 40 negara dengan pengeluaran militer tertinggi pada tahun 2024. Arab Saudi, dengan pengeluaran sebesar 80,3 dolar miliar, menempati peringkat pertama di dunia Arab dan ketujuh di tingkat global.

 

Perlombaan senjata ini bukan sekadar respons terhadap ancaman eksternal. Faktor domestik seperti perang melawan terorisme dan memastikan keamanan dalam negeri, terutama setelah meluasnya protes di negara-negara Arab, merupakan salah satu motivasi penting untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara-negara tersebut.

 

Sementara itu, pendekatan negara-negara di kawasan semakin bergeser ke arah lokalisasi dan pengembangan produksi peralatan militer dalam negeri. UEA telah mencapai keberhasilan dengan mendirikan holding militer "EDGE", yang dibentuk melalui penggabungan lebih dari 25 perusahaan, dan pendapatan perusahaan dari ekspor militer telah mencapai 2,1 miliar dolar.

 

Arab Saudi, dengan menerapkan rencana ambisius, telah meningkatkan tingkat lokalisasi industri militernya menjadi 19,4 persen pada akhir tahun 2023 dan telah beralih ke produksi dan perakitan senjata melalui kemitraan strategis dengan berbagai negara.

 

Aljazair, dengan membangun basis industri yang besar, Mesir, dengan memproduksi berbagai peralatan mulai dari senjata ringan hingga kapal perang, dan Maroko, dengan memanfaatkan kapasitas industri yang ada, semuanya merupakan bukti transformasi strategis ini. Transisi bertahap dari impor ke produksi ini, meskipun disertai tantangan teknologi, menunjukkan tekad serius negara-negara Arab untuk mengurangi ketergantungan dan meningkatkan kemandirian dalam menjamin keamanan nasional.

 

Pengalamann egara-negara ini menunjukkan bahwa meraih swasembada di bidang persenjataan membutuhkan waktu, dan dipengaruhi oleh teknologi, partisipasi internasional dan kualitas investasi dalam pengembangan sumber daya manusia profesional. (MF)