Perdana Menteri Irak Tidak Menghadiri KTT Sharm El-Sheikh Jika Netanyahu Hadir
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i178244-perdana_menteri_irak_tidak_menghadiri_ktt_sharm_el_sheikh_jika_netanyahu_hadir
Pars Today - Perdana Menteri Irak mengumumkan tidak akan menghadiri KTT Sharm El-Sheikh jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hadir.
(last modified 2025-10-14T03:35:04+00:00 )
Okt 14, 2025 10:33 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Irak Mohammed Shi'a Al-Sudani
    Perdana Menteri Irak Mohammed Shi'a Al-Sudani

Pars Today - Perdana Menteri Irak mengumumkan tidak akan menghadiri KTT Sharm El-Sheikh jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hadir.

Seorang sumber senior Irak mengatakan bahwa Perdana Menteri Irak Mohammed Shi'a Al-Sudani telah mengumumkan kepada pihak Mesir dan Amerika bahwa ia tidak akan menghadiri KTT Sharm El-Sheikh mengenai Gaza jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hadir. Al-Sudani menekankan bahwa ini adalah sikap tegas Irak.

Di sisi lain, media berbahasa Ibrani juga melaporkan bahwa Netanyahu membatalkan kunjungannya ke Sharm El-Sheikh karena hari raya Yahudi (Simchat Torah).

Qaddoumi: Tidak Ada Kepercayaan pada Rezim Zionis

Sehubungan dengan hal ini, Khaled Qaddoumi, perwakilan gerakan Hamas di Iran, mengumumkan bahwa "sayangnya, rakyat Palestina menderita akibat pengingkaran Tel Aviv terhadap perjanjian dan penolakan untuk mematuhi komitmennya, dan faktanya, kami tidak memiliki kepercayaan atau keyakinan pada Israel atau Netanyahu."

Qaddoumi menambahkan, "Saat ini, setiap orang harus bertindak sesuai tanggung jawab mereka dan setia padanya. Kami, sebagai pihak yang melawan, telah bertindak sesuai tanggung jawab kami, dan sekarang negara-negara Arab juga harus bertindak sesuai tanggung jawab mereka sebagai pengamat implementasi perjanjian gencatan senjata, karena kami tidak ingin pengalaman pahit dan menyedihkan di masa lalu terulang."

Analis Lebanon: Badai Al-Aqsa Bongkar Kelemahan Israel Melawan Perlawanan

Di sisi lain, Mohammed Hazima, seorang penulis dan analis politik Lebanon, merujuk pada operasi Badai Al-Aqsa, menekankan bahwa peristiwa ini menunjukkan kelemahan dan kerapuhan rezim Zionis serta ketidakmampuannya dalam menghadapi perlawanan Palestina.

Hazima mengatakan, "Perang di Gaza menunjukkan bahwa tentara yang selalu menganggap dirinya tak terkalahkan telah menjadi bingung dan rapuh ketika berhadapan dengan terowongan dan kelompok perlawanan yang hanya memiliki iman dan kehormatan."

Dubes Yaman di Iran: Tidak Ada Jaminan Musuh Zionis Mematuhi Perjanjian

Ibrahim Al-Dulaimi, Duta Besar Yaman untuk Iran menekankan bahwa tidak ada jaminan nyata bahwa musuh Zionis akan mematuhi perjanjian atau janji apa pun.

Menurutnya, "Yang kami ketahui tentang musuh Zionis adalah bahwa terlepas dari perjanjian apa pun, mereka adalah orang yang suka membunuh dan melanggar perjanjian. Karena alasan ini, para mediator, dan di garda terdepan mereka, negara-negara Arab-Islam, memiliki tanggung jawab besar untuk memantau perjanjian ini dan implementasinya, serta untuk terus menetapkan gencatan senjata dan terus mengirimkan bantuan."(sl)