Mengapa AS Tingkatkan Tekanan Politik terhadap Lebanon Seiring dengan Eskalasi Agresi Israel?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i179894-mengapa_as_tingkatkan_tekanan_politik_terhadap_lebanon_seiring_dengan_eskalasi_agresi_israel
Para pejabat Amerika Serikat, bersamaan dengan meningkatnya agresi rezim Zionis terhadap Lebanon, dalam pertemuan dengan pejabat negara itu menuntut dilakukannya perundingan langsung dengan Israel dan pelucutan senjata Hizbullah.
(last modified 2025-11-09T04:35:20+00:00 )
Nov 09, 2025 11:32 Asia/Jakarta
  • Mengapa AS Tingkatkan Tekanan Politik terhadap Lebanon Seiring dengan Eskalasi Agresi Israel?

Para pejabat Amerika Serikat, bersamaan dengan meningkatnya agresi rezim Zionis terhadap Lebanon, dalam pertemuan dengan pejabat negara itu menuntut dilakukannya perundingan langsung dengan Israel dan pelucutan senjata Hizbullah.

Tehran, Parstoday- Seiring meningkatnya serangan Israel ke Lebanon, Amerika Serikat dan beberapa negara Arab, termasuk Mesir, berupaya menekan pemerintah Beirut melalui jalur politik dan diplomatik agar menerima negosiasi langsung dengan Tel Aviv, yang memicu reaksi tegas dari Hizbullah.

Perkembangan terakhir di Lebanon menunjukkan bahwa Washington, bekerja sama dengan Tel Aviv, telah memulai tahap baru tekanan politik dan keamanan untuk mengubah keseimbangan internal Lebanon.Sikap ini disertai dengan nada ancaman, termasuk peringatan tersirat bahwa penolakan Beirut dapat memicu konfrontasi militer baru.

Dalam konteks tersebut, Washington telah meminta Kairo untuk mengajukan inisiatif guna menyelesaikan “masalah Lebanon.”Sumber diplomatik mengungkapkan bahwa setelah melakukan konsultasi dengan Israel dan Amerika Serikat, Mesir mengusulkan agar Hizbullah menyerahkan senjatanya di wilayah selatan Sungai Litani untuk membuka jalan bagi pembicaraan keamanan baru — usulan yang disambut dengan keraguan dan penolakan luas di Beirut.

Sebaliknya, Hizbullah dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata bulan November lalu, dan menyebut setiap permintaan untuk memperbarui komitmen tersebut sebagai langkah politik yang bertujuan memuaskan Israel.

Gerakan tersebut juga memperingatkan bahwa tidak ada jaminan dari Amerika Serikat atau Mesir yang dapat mencegah agresi Tel Aviv, dan pengalaman di Suriah serta Gaza telah membuktikan bahwa rezim Zionis tidak pernah mematuhi komitmennya.

Hizbullah menegaskan hak sahnya untuk membela Lebanon dan menjaga kedaulatan nasional, serta menolak setiap rencana normalisasi hubungan dengan Israel.(PH)