Terungkap: Serangan Rudal Iran Hancurkan Pusat Komando Rahasia AS dan Israel di Tel Aviv
-
Gedung yang dihantam rudal Iran
Pars Today - Seorang mantan insinyur Google mengungkapkan bahwa Iran telah menargetkan dan menghancurkan pusat komando bawah tanah rahasia milik bersama Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel yang terletak di Menara Da Vinci, Tel Aviv, selama Perang 12 Hari baru-baru ini.
Menurut laporan FNA, Jack Holton, mantan insinyur kecerdasan buatan di Google menyatakan bahwa pusat komando gabungan yang dikenal sebagai “Situs 81”, berada di bawah tanah Menara Da Vinci di utara Tel Aviv.
Fasilitas ini dibangun sejak tahun 2011 dengan dukungan Washington dan perusahaan-perusahaan kontraktor Amerika, serta dihapus dari peta satelit Google untuk menjaga kerahasiaannya.
Holton, yang mengundurkan diri dari Google sebagai bentuk protes atas kerja sama perusahaan itu dengan rezim Israel, kemudian membocorkan koordinat lokasi pusat rahasia itu, dan mengungkap bahwa Iran telah menyerang situs tersebut empat bulan sebelum informasi itu dipublikasikan.
Menurut sumber-sumber keamanan Iran, unit intelijen Iran berhasil menyusup ke jaringan informasi Israel, mengidentifikasi lokasi pusat komando tersebut, dan memberikannya kepada unit rudal untuk dieksekusi. Serangan rudal itu menyebabkan kehancuran total pada fasilitas bawah tanah, serta merusak dua menara di sekitarnya yang digunakan oleh Angkatan Udara Israel.
Gambar-gambar yang dibocorkan menunjukkan bahwa pusat komando itu terletak di kawasan permukiman padat, di mana rezim Israel diketahui sering menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
Setelah serangan Iran, ketika sistem pertahanan Iron Dome dikerahkan di sekitar menara itu, militer dan badan intelijen Israel melakukan relokasi besar-besaran terhadap fasilitas komandonya.
Para analis keamanan menggambarkan langkah Iran ini bukan hanya sebagai serangan presisi militer, tetapi juga sebagai pesan simbolis terhadap kebijakan kerahasiaan rezim Zionis, yang menunjukkan bahwa “bahkan bawah tanah pun kini bukan lagi tempat aman bagi operasi rahasia Israel”.(sl)