Pemilu Parlemen Irak Digelar / Sekjen Organisasi Badr: “Amerika Serikat Silakan Masuk Neraka”
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i180186-pemilu_parlemen_irak_digelar_sekjen_organisasi_badr_amerika_serikat_silakan_masuk_neraka
Komisi Independen Pemilihan Umum Irak mengumumkan bahwa tingkat partisipasi dalam pemilu parlemen nasional (umum dan khusus) melebihi 55 persen.
(last modified 2025-11-12T08:03:33+00:00 )
Nov 12, 2025 14:52 Asia/Jakarta
  • Pemilu Parlemen Irak Digelar / Sekjen Organisasi Badr: “Amerika Serikat Silakan Masuk Neraka”

Komisi Independen Pemilihan Umum Irak mengumumkan bahwa tingkat partisipasi dalam pemilu parlemen nasional (umum dan khusus) melebihi 55 persen.

Tehran, Parstoday- Komisi Independen Pemilu Irak pada Selasa malam, setelah proses pemungutan suara berakhir, menyatakan bahwa dari total 21.404.029 pemilih yang terdaftar, sebanyak 12.003.143 orang berpartisipasi dalam pemilihan kali ini, sehingga tingkat partisipasi mencapai lebih dari 55 persen.

Menurut para pengamat, angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding pemilu tahun 2021 yang hanya mencatat partisipasi 41 persen, dan dianggap mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi terhadap proses politik di Irak.

Pemilu parlemen merupakan pemilu terpenting di Irak, karena selain memilih 329 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, parlemen juga memiliki kewenangan untuk memilih Presiden Republik dalam sidang perdananya. Presiden kemudian akan menunjuk calon perdana menteri dari blok mayoritas parlemen untuk membentuk kabinet. Setelah memilih anggota kabinetnya, perdana menteri wajib memperoleh kepercayaan dari parlemen sebelum pemerintah dapat mulai bekerja secara resmi selama empat tahun ke depan.

Diharapkan Komisi Independen Pemilu Irak akan mengumumkan hasil sementara pemilu pada Rabu,12 November 2025.

Koalisi Besar Syiah Irak: Pemerintah Baru Akan Dibentuk Sesuai Waktu Konstitusional

Sementara itu, Koalisi Kerangka Koordinasi (Koalisi besar fraksi Syiah di parlemen Irak) pada Selasa malam, setelah pemungutan suara selesai, menegaskan dalam pernyataannya bahwa pemerintah baru akan dibentuk sesuai jangka waktu yang diatur oleh undang-undang.

Koalisi tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat Irak atas partisipasi sadar dan bertanggung jawab dalam pemilu, dan menilai bahwa keikutsertaan aktif warga mencerminkan tekad bangsa Irak untuk memperkuat demokrasi serta menjaga persatuan dan stabilitas nasional.

Presiden, Perdana Menteri, dan Ketua Parlemen Irak masing-masing mengeluarkan pernyataan terpisah pada Selasa malam, memuji keberhasilan penyelenggaraan pemilu oleh Komisi Independen Pemilu dan peran aparat keamanan dalam menjaga ketertiban serta keamanan selama proses pemungutan suara.

Pemilu parlemen keenam Irak sejak tahun 2003 dimulai pada Selasa, 20 Aban (11 November) pukul 07.00 pagi dan berakhir pada pukul 18.00 waktu setempat. Para calon bersaing untuk memperebutkan 329 kursi parlemen.

Hadi al-Amiri: “Intervensi Asing dalam Pembentukan Pemerintah Irak Dilarang – Amerika ke Neraka Saja”

Sementara itu, Hadi al-Amiri, Sekretaris Jenderal Organisasi Badr Irak, menanggapi kemungkinan campur tangan Amerika Serikat dalam proses pembentukan pemerintahan baru. Ia menegaskan bahwa “tidak akan ada intervensi asing dalam urusan internal Irak.”

Menanggapi ancaman Washington yang menyebut akan memberlakukan sanksi ekonomi dan keuangan terhadap Irak jika kelompok tertentu memenangkan pemilu, al-Amiri dengan tegas menyatakan:

“Intervensi dalam pembentukan pemerintahan baru adalah hal yang dilarang. Amerika Serikat silakan masuk neraka! Kami tidak akan membiarkan negara mana pun mencampuri urusan pembentukan pemerintahan Irak.”

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pemilu ini merupakan kemenangan besar bagi rakyat Irak, menegaskan kepercayaannya terhadap Komisi Independen Pemilu dalam menyelenggarakan pemilu secara sukses, serta menyebut bahwa pemilu kali ini berbeda dan lebih unggul dibanding periode-periode sebelumnya.(PH)