Pergerakan Militer Israel yang Mencurigakan di Asia Barat / Apa Peta Baru AS-Israel?
Pars Today – Pakar hubungan internasional dalam sebuah artikel memperingatkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir pergerakan militer rezim Zionis di kawasan Asia Barat kembali meningkat drastis.
Aliasghar Zargar, pakar hubungan internasional, mengatakan bahwa rezim Zionis dengan meningkatkan tindakan-tindakan militernya di Suriah, Lebanon, Yaman, dan Irak, berupaya mengubah keseimbangan kekuatan di Asia Barat, dan bahwa manuver-manuver tersebut dilakukan dengan koordinasi Amerika Serikat serta dalam kerangka sebuah peta baru untuk kawasan.
Zargar menambahkan bahwa laporan-laporan menunjukkan Tel Aviv, dengan melanjutkan kebijakan agresifnya, telah meningkatkan pemboman terhadap posisi-posisi di wilayah Suriah dan, melalui tindakan-tindakan provokatif di selatan Lebanon, berusaha melemahkan dan melucuti kekuatan kelompok-kelompok perlawanan.
Tindakan-tindakan ini dilakukan sementara para analis meyakini bahwa rezim Zionis tengah mempersiapkan diri untuk terjadinya bentrokan terbatas di Yaman dan Irak, dan tampaknya Tel Aviv, melalui tekanan militer dan psikologis, berupaya melemahkan kemampuan pertahanan kelompok-kelompok perlawanan serta mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan.
Pakar dan analis hubungan internasional ini mengatakan bahwa di sisi lain, Amerika Serikat, meskipun menyatakan keinginannya untuk mengurangi kehadiran militer di kawasan, tetap berusaha mempertahankan kendalinya di Irak, dan bahwa kerja sama militer dan intelijen antara Washington dan Tel Aviv merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk merancang ulang tatanan regional yang menempatkan peran Poros Perlawanan pada tingkat minimal.
Laporan tersebut menambahkan:
Beberapa analisis menunjukkan kemungkinan terjadinya bentrokan hibrida dan proksi di Yaman yang dapat memicu peningkatan ketegangan di Asia Barat. Dalam kondisi seperti ini, manuver-manuver rezim Zionis tidak hanya dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas kawasan, tetapi juga sebagai faktor yang dapat memperluas cakupan konflik ke wilayah-wilayah baru di dunia Arab.
Analis isu-isu internasional ini pada akhir pernyataannya mengingatkan bahwa gerakan-gerakan militer rezim Zionis, bersamaan dengan strategi-strategi Amerika Serikat, menunjukkan adanya upaya bersama untuk merekayasa ulang geopolitik kawasan; sebuah upaya yang, karena adanya perlawanan dari para aktor regional dan kompleksitas situasi di lapangan, akan menghadapi tantangan-tantangan serius. (MF)