Kunjungan Bin Salman ke AS, Fokus Bahas Palestina dan F-35 dengan Trump?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i180560-kunjungan_bin_salman_ke_as_fokus_bahas_palestina_dan_f_35_dengan_trump
Pars Today - Kunjungan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, ke Washington dan pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat, yang berlangsung di tengah tekanan untuk normalisasi hubungan Riyadh–Tel Aviv serta penegasan Riyadh mengenai komitmen pada prinsip pembentukan negara Palestina yang merdeka, dinilai kantor berita Rusia Sputnik memiliki arti penting dan khusus.
(last modified 2025-11-18T00:44:49+00:00 )
Nov 18, 2025 07:41 Asia/Jakarta
  • Donald Trump dan Mohammed bin Salman
    Donald Trump dan Mohammed bin Salman

Pars Today - Kunjungan Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi, ke Washington dan pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat, yang berlangsung di tengah tekanan untuk normalisasi hubungan Riyadh–Tel Aviv serta penegasan Riyadh mengenai komitmen pada prinsip pembentukan negara Palestina yang merdeka, dinilai kantor berita Rusia Sputnik memiliki arti penting dan khusus.

Menurut laporan dini hari Selasa (19/11/2025) dari IRNA, Sputnik menulis bahwa kunjungan Mohammed bin Salman ke Amerika Serikat berlangsung ketika kawasan Timur Tengah tengah menghadapi ketegangan luas di Palestina, Suriah, Lebanon, dan Sudan.

Media internasional ini mengumumkan bahwa selain membahas hubungan bilateral, kunjungan ini juga mencakup isu kemungkinan normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel, meskipun para pakar menegaskan bahwa Riyadh memiliki prinsip-prinsip tetap dan setiap kesepakatan bergantung pada pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Sputnik menambahkan bahwa dalam konteks ini, sejumlah sumber Israel mengungkapkan bahwa Tel Aviv tidak menentang penjualan pesawat tempur canggih F-35 oleh Amerika Serikat kepada Arab Saudi, dengan syarat transaksi tersebut disertai bergabungnya Riyadh ke dalam Perjanjian Abraham.

Menurut Sputnik, pejabat Israel memperingatkan bahwa pemberian pesawat tempur itu kepada Arab Saudi tanpa capaian diplomatik apa pun akan menjadi langkah keliru.

Kantor berita ini, mengutip para analis Saudi, menambahkan bahwa kunjungan Putra Mahkota Saudi ke Washington, yang dilakukan setelah jeda delapan tahun, dapat membentuk masa depan hubungan Riyadh–Washington untuk beberapa dekade mendatang.

Menurut Mubarak Al-Ati, analis politik Saudi pertemuan ini dilakukan dalam kondisi politik yang sangat menguntungkan bagi Arab Saudi. Kondisi yang ditandai oleh pemulihan hubungan Iran–Arab Saudi melalui mediasi Tiongkok, kembalinya Suriah ke dunia Arab, serta meningkatnya dukungan internasional terhadap pembentukan negara Palestina.

Sputnik, mengutip analis Saudi lainnya Saad Al-Hamid, menegaskan bahwa Arab Saudi tetap berpegang pada posisinya mengenai Palestina dan setiap hubungan dengan Israel bergantung pada penerimaan pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan ibu kota di Quds Timur.

Ia menambahkan bahwa Riyadh, dalam perkembangan terakhir perang Gaza, berhasil memperoleh dukungan lebih dari 154 negara untuk pembentukan negara Palestina dan menempatkan Israel di bawah tekanan internasional.

Di bagian akhir laporannya, Sputnik menulis bahwa diperkirakan pembicaraan antara bin Salman dan Trump, selain isu Palestina, juga akan mencakup masalah keamanan dan pertahanan seperti kontrak pembelian pesawat tempur F-35, kerja sama ekonomi di bidang energi baru, investasi dalam teknologi dan kecerdasan buatan, serta pembahasan krisis kawasan di Sudan, Suriah, Lebanon, dan Yaman.

Dewan Kerajaan Arab Saudi pada Senin (17/11) malam mengumumkan bahwa Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi berangkat menuju Amerika Serikat atas undangan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan ini, kunjungan bin Salman ke Washington bertujuan membahas hubungan bilateral, cara memperkuat hubungan di berbagai bidang, dan meninjau isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Dalam kaitan ini, kantor berita Reuters pada Senin (17/11), menyinggung kunjungan bin Salman ke Amerika Serikat dan pertemuannya yang akan datang dengan Trump, dan menulis bahwa Mohammed bin Salman dalam pertemuan itu berupaya menjalankan misi memulihkan posisi negaranya di panggung global.

Reuters dalam laporannya menambahkan bahwa bin Salman juga ingin membuktikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa dukungan terhadap kepemimpinannya yang kuat, layak untuk dipertimbangkan.(sl)