Gelombang Ketidakpuasan di Wiayah Pendudukan; Kehidupan tanpa Keamanan dan Sandera Israel terakhir Jadi Pusat Protes
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i184668-gelombang_ketidakpuasan_di_wiayah_pendudukan_kehidupan_tanpa_keamanan_dan_sandera_israel_terakhir_jadi_pusat_protes
Pars Today – Israel tengah mengalami salah satu pekan paling tegangnya. Di satu sisi, ribuan demonstran di Tel Aviv dan wilayah‑wilayah pendudukan lainnya turun ke jalan untuk memprotes Benjamin Netanyahu dan krisis internal. Di sisi lain, militer rezim Zionis berusaha menemukan sisa‑sisa jenazah tawanan terakhir dalam perang Gaza.
(last modified 2026-01-26T10:02:36+00:00 )
Jan 26, 2026 16:58 Asia/Jakarta
  • Protes di Israel
    Protes di Israel

Pars Today – Israel tengah mengalami salah satu pekan paling tegangnya. Di satu sisi, ribuan demonstran di Tel Aviv dan wilayah‑wilayah pendudukan lainnya turun ke jalan untuk memprotes Benjamin Netanyahu dan krisis internal. Di sisi lain, militer rezim Zionis berusaha menemukan sisa‑sisa jenazah tawanan terakhir dalam perang Gaza.

Ribuan warga Zionis yang memprotes berkumpul di berbagai kota di wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv, dan melakukan aksi demonstrasi menentang Benjamin Netanyahu serta kebijakannya. Menurut laporan Pars Today, sebagian demonstran menuntut pengembalian jenazah tawanan terakhir Israel, Sersan Ran Gvili.

 

Di Lapangan Habima di Tel Aviv, spanduk dan bendera para demonstran mencerminkan beragam tuntutan—mulai dari penolakan terhadap upaya kabinet untuk melemahkan Mahkamah Agung, kritik terhadap meningkatnya kejahatan di masyarakat Israel, hingga menindaklanjuti kondisi Haymanot Kasau, seorang anak keturunan Etiopia‑Israel yang hilang.

 

Hidup tanpa keamanan”; tema utama protes di Yerusalem pendudukan

 

Menurut laporan Times of Israel, di Yerusalem pendudukan juga para demonstran Zionis berkumpul di dekat kediaman perdana menteri. Yanal Jabarin, seorang aktivis Israel, dalam pidatonya kepada para demonstran mengatakan bahwa gelombang kejahatan merupakan hasil dari bertahun‑tahun kelalaian, diskriminasi, dan kebijakan sengaja yang dilakukan berbagai kabinet. Ia menegaskan bahwa ketika warga hidup tanpa keamanan pribadi dan tanpa keadilan, demokrasi di Israel berada dalam bahaya.

 

Di Haifa, Israel Wismel‑Manor, dosen Universitas Haifa, mengatakan kepada para demonstran bahwa Netanyahu hanya menanam dua hal dalam masyarakat: “kebencian dan ketakutan”.

 

Sandera terakhir dan penghentian kemajuan dalam gencatan senjata Gaza

Di tengah meningkatnya ketegangan, Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Umum militer Israel, saat berada bersama keluarga sandera terakhir Israel menyatakan bahwa sebelum jenazah Ran Gvili dikembalikan, tidak akan ada kemajuan apa pun dalam proses gencatan senjata di Gaza. Militer Israel juga dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa upaya untuk menemukan jenazah sandera tersebut masih terus berlanjut.

 

Rafah dalam kebuntuan; perpecahan tajam di kabinet keamanan

 

Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa perbedaan pendapat dalam kabinet rezim Zionis terkait pembukaan kembali perlintasan Rafah dalam kerangka rencana gencatan senjata yang diusulkan Amerika semakin meningkat. Bersamaan dengan kunjungan utusan khusus Gedung Putih ke wilayah pendudukan dan meningkatnya tekanan untuk membuka kembali perlintasan tersebut, kabinet keamanan mengadakan pertemuan, namun para menteri garis keras menolak keputusan itu.

 

Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan, dan Itamar Ben‑Gvir, Menteri Keamanan Internal Israel, menyebut pembukaan kembali Rafah sebagai langkah “simbolis” dan menegaskan bahwa perlintasan itu tidak boleh dibuka sebelum jenazah Ran Gvili dikembalikan. Mereka juga menuntut agar serangan militer terhadap Gaza terus ditingkatkan.

 

Menurut Times of Israel yang mengutip kantor perdana menteri, perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir hanya akan dibuka setelah operasi pencarian jenazah Ran Guli selesai—keputusan yang diambil sementara tekanan internasional untuk membuka kembali perlintasan tersebut terus meningkat. (MF)