Berakhirnya Misi Pengamat PBB di Hudaydah; Skenario Barat Baru akan Mengubah Keseimbangan di Laut Merah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i184994-berakhirnya_misi_pengamat_pbb_di_hudaydah_skenario_barat_baru_akan_mengubah_keseimbangan_di_laut_merah
Pars Today – Seiring mendekatnya akhir masa tugas misi pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Provinsi Al-Hudaydah, Yaman, berbagai analisis menunjukkan terbentuknya sebuah skenario baru dalam persamaan kawasan; skenario yang menurut para pengamat bertujuan mengubah keseimbangan keamanan di Laut Merah dan mempersiapkan landasan bagi masuknya Yaman ke fase konflik yang baru.
(last modified 2026-02-03T08:54:30+00:00 )
Feb 03, 2026 15:51 Asia/Jakarta
  • Pasukan Penjaga Perdamaian di al-Hudaydah
    Pasukan Penjaga Perdamaian di al-Hudaydah

Pars Today – Seiring mendekatnya akhir masa tugas misi pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Provinsi Al-Hudaydah, Yaman, berbagai analisis menunjukkan terbentuknya sebuah skenario baru dalam persamaan kawasan; skenario yang menurut para pengamat bertujuan mengubah keseimbangan keamanan di Laut Merah dan mempersiapkan landasan bagi masuknya Yaman ke fase konflik yang baru.

Misi pengamat internasional PBB, yang dibentuk setelah Perjanjian Stockholm pada Januari 2019 untuk mengawasi gencatan senjata di Al-Hudaydah, selama beberapa tahun terakhir dianggap sebagai salah satu penghalang internasional terpenting terhadap dimulainya kembali perang besar-besaran di pesisir barat Yaman. Keputusan Dewan Keamanan untuk memberikan perpanjangan terakhir selama dua bulan bagi misi ini—yang akan berakhir pada awal April—kini telah menjadi pusat spekulasi politik dan keamanan.

 

Para analis menilai berakhirnya misi pengamat PBB di Al-Hudaydah bukan sekadar langkah teknis, melainkan bagian dari penataan ulang strategis Barat dan sekutu-sekutunya untuk meningkatkan tekanan terhadap Sana’a serta mengubah dinamika keamanan di Laut Merah. Dalam paket berita Pars Today ini, disajikan tinjauan atas perkembangan terbaru di Yaman yang dapat Anda simak berikut ini.

 

Penataan Ulang Barat di Pesisir Barat Yaman

 

Menurut laporan media regional, Amerika Serikat, Inggris, dan rezim Zionis, dengan koordinasi langsung bersama Arab Saudi, berupaya menyingkirkan penghalang internasional terakhir di pesisir barat Yaman. Langkah ini menuai penolakan Rusia dan keprihatinan China di Dewan Keamanan. Moskow memperingatkan bahwa penarikan tergesa-gesa misi PBB dapat menciptakan kekosongan keamanan yang berbahaya, dengan dampak yang melampaui Yaman dan mengancam keamanan Laut Merah. Beijing juga memperingatkan konsekuensi kemanusiaan serta potensi gangguan terhadap proses penyaluran bantuan.

 

Peran Inggris dan Kembalinya Arab Saudi ke Panggung

 

Para analis meyakini bahwa Inggris pada tahap ini memainkan peran sebagai pengarah politik dan keamanan—sebuah peran yang mengingatkan pada jejak historis London dalam dinamika Bab el-Mandeb. Arab Saudi pun, setelah kegagalan strategi maritim Amerika Serikat, kembali didorong ke garis depan sebagai aktor pelaksana regional.

 

Kegagalan Daya Cegah Maritim Amerika Serikat

 

Kolonel Mujib Shamsan, pakar militer Yaman, menilai perkembangan terbaru di Yaman sebagai akibat dari kegagalan daya cegah maritim Amerika Serikat. Menurutnya, kehadiran kapal perusak dan sistem pertahanan udara canggih tidak hanya gagal menghentikan operasi Yaman, tetapi juga membebani Washington dengan biaya besar. Dari sudut pandangnya, Amerika Serikat kini berupaya mengurangi biaya sekaligus menutupi kegagalan strategisnya dengan menyerahkan peran lapangan kepada Arab Saudi dan Inggris. Setelah gagal dalam serangan terhadap Yaman, Washington menghindari keterlibatan langsung pada fase yang lebih mahal, dan menempatkan sekutu-sekutu regional di garis depan—sebuah keputusan yang dapat membawa konsekuensi ekonomi dan keamanan yang berat bagi Arab Saudi.

 

Dari Konfrontasi Militer ke Tekanan Ekonomi

 

Selain dimensi militer, dimensi ekonomi dari skenario ini juga menonjol. Para analis berbicara tentang upaya menggantikan perang langsung dengan blokade ekonomi dan tekanan terhadap kehidupan masyarakat; sebuah pendekatan yang disebut bertujuan akhir untuk mematahkan tekanan Yaman terhadap rezim Zionis serta mengurangi dampak blokade terhadap Pelabuhan Eilat.

 

Upaya Mengubah Narasi Konflik

 

Salah satu poros kunci dari skenario ini adalah mengubah hakikat konflik dari konfrontasi Yaman dengan rezim Zionis dan para pendukung Baratnya menjadi konflik “Arab–Arab” dalam ranah keamanan maritim. Para pengamat meyakini bahwa penghapusan misi PBB dapat membuka jalan bagi tindakan-tindakan provokatif di pesisir barat serta secara efektif mengosongkan isi Perjanjian Stockholm.

 

Namun demikian, penilaian lapangan menunjukkan bahwa ketergantungan pada instrumen dan aktor-aktor yang selama beberapa tahun terakhir terbukti gagal, kecil kemungkinannya akan menciptakan persamaan baru yang menguntungkan para perancang skenario ini—terlebih lagi mengingat kemampuan militer Yaman telah meningkat secara signifikan dibandingkan sebelumnya. (MF)