"Kamu Gila. Semua Orang Benci Kamu": Peringatan Keras Trump yang Bikin Panggung Politik Israel Bergetar
-
PM Israel Benjamin Netanyahu
Pars Today - Saluran 12 rezim Zionis menegaskan bahwa Donald Trump selama seminggu terakhir telah menghina Benjamin Netanyahu, dan kemungkinan besar hal ini akan memengaruhi pemilu mendatang di Wilayah Pendudukan.
Melansir IRNA dari kantor berita Sama Palestine, 14 Juni 2026, berdasarkan laporan Axios pekan lalu yang mengutip dua pejabat AS dan seorang sumber yang mengetahui detail pembicaraan tersebut, Trump dalam percakapan telepon itu menyebut Netanyahu sebagai "gila" dan tidak tahu terima kasih.
Trump juga dilaporkan telah menghalangi pelaksanaan rencana rezim Zionis untuk menyerang Beirut. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Trump memberi tahu Netanyahu bahwa melaksanakan ancaman serangan terhadap ibu kota Lebanon akan semakin mengisolasi rezim Zionis di tingkat global.
Dua sumber juga mengungkapkan bahwa Trump, dalam panggilan telepon tersebut, mengatakan bahwa ia telah mendukung Netanyahu dalam kasus korupsinya dan bahkan, dengan caranya, telah mencegah Netanyahu dipenjara.
Menurut salah satu sumber, Trump berkata kepada Netanyahu, "Kamu sudah gila. Jika bukan karena saya, kamu sekarang akan berada di penjara. Saya menyelamatkanmu. Sekarang semua orang membencimu. Semua orang membenci Israel karena semua ini."
Sumber lain mengatakan bahwa Trump, di tengah kemarahan, berteriak ke Netanyahu: "Apa yang sedang kamu lakukan?"
Pemilu parlemen (Knesset) di Wilayah Pendudukan dijadwalkan pada 20 Oktober. Para penentang dan pesaing Netanyahu berupaya mengakhiri kekuasaannya yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Survei terbaru yang dilakukan oleh Saluran 12 Israel menunjukkan bahwa jika pemilu digelar dalam kondisi saat ini, partai-partai oposisi bersama partai-partai Arab akan meraih 69 kursi dari total 120 kursi Knesset.
Partai Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan meraih 22 kursi, menempati posisi pertama. Namun, kubu yang mendukung pemerintahan saat ini hanya akan menguasai 51 kursi.
Survei juga mencatat tren menaik partai-partai oposisi: Partai "Maha" pimpinan Naftali Bennett dengan 20 kursi; partai "Yashar" pimpinan Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf militer rezim Zionis, juga dengan 20 kursi; partai "Demokrat" pimpinan Yair Golan memperoleh 11 kursi; partai Shas dan "Kekuatan Yahudi" pimpinan Itamar Ben-Gvir masing-masing 9 kursi; partai "Israel Rumah Kita" pimpinan Avigdor Lieberman 8 kursi; dan partai "Yahadut HaTorah" 7 kursi.
Panggilan telepon antara Trump dan Netanyahu baru-baru ini telah menjadi salah satu momen paling memalukan dalam sejarah hubungan AS-Israel. Trump tidak hanya menahan rencana serangan ke Beirut, tetapi juga secara terbuka melontarkan makian dan ancaman.
Yang paling menyakitkan bagi Netanyahu adalah pengingat Trump: "Jika bukan karena saya, kamu akan berada di penjara sekarang." Ini mengacu pada upaya Trump untuk "melindungi" Netanyahu dari konsekuensi hukum atas kasus korupsinya.
Bagi publik Israel yang mungkin tidak terlalu peduli dengan kata-kata kasar Trump, pernyataan "Semua orang benci kamu, semua orang benci Israel" dari presiden AS adalah pukulan telak. Pidato ini seolah mengakui bahwa reputasi Israel telah hancur total di dunia internasional.(Sail)