"15 Bulan Sabar, Bukan Mundur": Sekjen Hizbullah Klaim Kemenangan atas Proyek Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192008-15_bulan_sabar_bukan_mundur_sekjen_hizbullah_klaim_kemenangan_atas_proyek_israel
Pars Today - Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon, merujuk pada "kegagalan proyek Israel," menegaskan bahwa rezim ini tidak akan pernah bisa mencapai tujuannya di medan perang.
(last modified 2026-06-24T06:23:27+00:00 )
Jun 24, 2026 12:35 Asia/Jakarta
  •  Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon
    Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon

Pars Today - Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon, merujuk pada "kegagalan proyek Israel," menegaskan bahwa rezim ini tidak akan pernah bisa mencapai tujuannya di medan perang.

Melansir IRNA, 24 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya pada upacara Asyura, menyatakan:

"Kita berada dalam fase baru dalam sejarah Lebanon, fase perlawanan, tentara, dan bangsa. Saat ini, kita berada dalam fase yang disebut 'mematahkan rencana Israel'."

Syekh Naim Qassem mengatakan, "Satu-satunya cara untuk membebaskan tanah Lebanon, mencapai kemerdekaan dan kedaulatan, adalah perlawanan terhadap pendudukan. Yang diperlukan adalah kerja sama antara tentara, rakyat, perlawanan, dan semua elemen masyarakat untuk melakukan perlawanan."

Sekjen Hizbullah, merujuk pada keselarasan luas antara AS dan rezim Zionis, mengatakan, "Telah menjadi jelas bahwa ada kesepakatan dan keselarasan antara AS dan Israel. AS bukanlah penjamin. Tidak ada penjamin bagi kami selain kekuatan kami sendiri. Kekuatan kami adalah perlawanan yang didasarkan pada iman, tekad, dan kemampuan. Kami bersabar selama 15 bulan, dan kesabaran adalah bagian yang tak terpisahkan dari medan perang. Jangan salah mengartikan kesabaran sebagai kemunduran."

Naim Qassem menambahkan, "Kami memasuki perang dengan mengandalkan dan didukung oleh Iran, dan kami menambah kekuatan kami. Kami berterima kasih kepada Iran dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka adalah yang paling mulia di dunia. Kami berhasil mencapai tahap ini, dan penentuan waktu, pilihan, pertempuran, dan semua tahapan sangatlah penting. Apa yang terjadi sekarang adalah gencatan senjata, yang akan diikuti oleh penarikan Israel dari Lebanon. Penarikan harus dilakukan sesuai dengan jadwal waktu, dan Israel tidak punya pilihan selain menarik diri dari tanah Lebanon."

Ia menegaskan, "Israel tidak punya alasan untuk menduduki satu inci pun dari tanah Lebanon. Agresi darat, udara, dan laut harus dihentikan, dan tentara Lebanon harus ditempatkan."

"Tidak Ada Penjamin Selain Kekuatan Kami Sendiri"

Pernyataan ini adalah salah satu pernyataan paling penting dari Naim Qassem sejak ia menjadi Sekjen Hizbullah. Ia secara eksplisit mengatakan bahwa AS bukanlah penjamin dan bahwa satu-satunya jaminan keamanan bagi Hizbullah adalah kekuatan mereka sendiri.

Dengan mengatakan bahwa kesabaran tidak sama dengan kemunduran, Qassem merespons kritik bahwa Hizbullah "telah mengalah" dengan menerima gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata hanyalah strategi taktis, bukan kekalahan.(Sail)