"Kesabaran Kami Mengubah Aturan Main": Naim Qassem Peringatkan Israel Akan Ada "Kejutan"
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i192080-kesabaran_kami_mengubah_aturan_main_naim_qassem_peringatkan_israel_akan_ada_kejutan
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa kesabaran mereka mengubah keseimbangan kekuatan dan menghancurkan kekuatan tirani.
(last modified 2026-06-26T08:32:52+00:00 )
Jun 26, 2026 12:47 Asia/Jakarta
  • Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon
    Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon

Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa kesabaran mereka mengubah keseimbangan kekuatan dan menghancurkan kekuatan tirani.

Melansir Tasnim, 26 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya di Dewan Pusat Asyura, menekankan pentingnya ketahanan dan peran sentral perlawanan di kawasan.

Ia mengatakan, "Kesabaran strategis adalah metode yang kami pilih. Kesabaran ini lebih kuat dari medan perang itu sendiri dan merupakan fondasi penting untuk kemenangan."

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menegaskan, "Perlawanan Islam telah mengejutkan dunia. Kesabaran kami membangun masa depan, mengubah keseimbangan kekuatan, dan menghancurkan tirani."

"Kesabaran Lebih Kuat dari Medan Perang"

Pernyataan Naim Qassem ini adalah pernyataan filosofis tentang bagaimana Hizbullah melihat perang. Bagi mereka, kemenangan tidak selalu datang dari kemenangan militer langsung, tetapi dari kemampuan untuk bertahan lebih lama daripada musuh. Ini adalah strategi yang telah terbukti berhasil dalam konflik sebelumnya, seperti tahun 2006 dan 2024, di mana Israel gagal mencapai tujuannya karena perlawanan terus bertahan.

"Mengubah Keseimbangan Kekuatan"

Dengan mengatakan bahwa kesabaran mereka "mengubah keseimbangan kekuatan," Qassem mengklaim bahwa waktu berpihak pada perlawanan. Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar kemungkinan Israel akan kelelahan dan akhirnya menyerah. Ini adalah narasi yang sering digunakan oleh Hizbullah dan Iran untuk menjaga moral pasukan dan pendukung mereka.(Sail)