CNN: Saudi dan Negara Teluk Bayar Mahal untuk Perang Iran—Tanpa Keuntungan!
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194322-cnn_saudi_dan_negara_teluk_bayar_mahal_untuk_perang_iran_tanpa_keuntungan!
Pars Today – Jaringan CNN, dengan mengakui kemampuan militer Iran, menyatakan bahwa negara-negara Teluk adalah korban terbesar dari perang agresi Trump.
(last modified 2026-08-03T13:38:40+00:00 )
Aug 03, 2026 20:31 Asia/Jakarta
  • Arab Saudi dan Amerika
    Arab Saudi dan Amerika

Pars Today – Jaringan CNN, dengan mengakui kemampuan militer Iran, menyatakan bahwa negara-negara Teluk adalah korban terbesar dari perang agresi Trump.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, di tengah perkembangan pesat kawasan dan kegagalan rencana-rencana AS untuk memaksakan realitas-realitas baru pada Iran, para analis dan pakar Barat percaya bahwa sikap dan tindakan Donald Trump, Presiden AS, terhadap Iran, semakin memperburuk situasi negara-negara Teluk.

 

Dalam hal ini, Wakil Eksekutif Quincy Institute, dalam wawancaranya dengan jaringan CNN, dengan merujuk pada suasana tegang yang menyelimuti negara-negara Teluk di bawah bayang-bayang perang regional, menyatakan bahwa Arab Saudi meragukan apakah AS memiliki strategi militer yang dapat diterima untuk konflik yang sedang berlangsung dengan Iran yang telah berlangsung hampir lima bulan.

 

Ia menambahkan: "Serangan-serangan Trump yang terus-menerus terhadap Iran hanya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan bagi negara-negara Teluk yang saat ini menghadapi serangan-serangan balasan Tehran, tanpa adanya perubahan nyata di lapangan atau dalam jalannya konflik ini."

 

Wakil Eksekutif Quincy Institute, dalam menjawab pertanyaan tentang alasan pengendalian diri Arab Saudi dan kekhawatiran terbesarnya, mengatakan: "Saudi tidak percaya pada salah satu rencana militer AS dan mereka tahu bahwa jenis eskalasi ini hanya akan menyebabkan eskalasi balasan dari pihak Iran."

Ia menekankan: "Negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) adalah korban terbesar dari konflik-konflik regional dan terutama mengingat ketidakpercayaan mereka terhadap kemampuan AS untuk memiliki strategi militer yang sukses, singkatnya, ini adalah kerugian yang terjamin bagi negara-negara tersebut tanpa adanya pencapaian apa pun."

 

Dalam hal ini, Lynda Kinkade, pembawa acara CNN, bertanya kepada Laksamana Kevin M. Donegan, mantan komandan Armada Kelima Angkatan Laut AS, mengapa Arab Saudi meminta Trump untuk berhati-hati tentang risiko eskalasi.

 

Donegan menjawab: "Saya tidak suka menyamakan semua negara Teluk, karena masing-masing memiliki pandangannya sendiri dalam hal ini. Tetapi apa yang jelas—dan fakta yang dapat saya konfirmasi—adalah bahwa negara-negara ini menanggung biaya apa pun yang ditimbulkan oleh serangan AS terhadap Iran; di mana Iran membalas dengan menyerang negara-negara ini."

 

Ia menambahkan: "Iran telah menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dan memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal-rudal tertentu, terutama di situs-situs yang tidak terlindungi dengan baik. Dalam hal ini, saya pikir negara-negara Teluk terutama khawatir tentang infrastruktur energi mereka. Mereka juga bekerja di balik layar; tidak hanya Pakistan, Oman, dan lainnya yang terlibat, tetapi pesan-pesan juga terus dipertukarkan antara negara-negara Teluk dan Iran."

 

Mantan komandan Angkatan Laut AS ini menekankan: "Jadi, seperti yang saya katakan sebelumnya, kita tidak tahu bagaimana keadaannya akan berlanjut, tetapi Anda dapat melihat bahwa negara-negara Teluk—terutama Arab Saudi—tidak menginginkan opsi ini (eskalasi). Mereka melihat jalan lain dan mungkin itu adalah jalan yang akan kita lihat."

 

Situs web AS Axios juga melaporkan bahwa Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Saudi, pada hari Sabtu dalam sebuah panggilan telepon, memberi tahu Donald Trump, Presiden AS, tentang kekhawatirannya mengenai rencana-rencana pemerintah AS untuk melakukan serangan-serangan besar-besaran baru terhadap Iran.

 

Seorang sumber yang mengetahui panggilan ini melaporkan bahwa pihak Saudi sangat khawatir dan menyampaikan kekhawatiran ini kepada Trump, dan bin Salman meminta Trump untuk mengurangi ketegangan dan menghindari serangan-serangan terhadap Iran. (MF)